BPN akan Tinjau Ulang Bukti Kepemilikan Lahan Hotel Aston Pangandaran

08/04/2015 0 Comments
BPN akan Tinjau Ulang Bukti Kepemilikan Lahan Hotel Aston Pangandaran

Masyarakat Pangandaran yang tergabung dalam organisasi kepemudaan dan LSM saat berada di lokasi pembangunan Hotel Aston City, di Jalan Pamugaran-Muara, Dusun Sukaresik, Desa Cikembulan, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Selasa (31/03/2015) lalu. Photo : Madlani/ HR

Pembangunan Hotel Aston City Pangandaran Minta Dihentikan

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPPTPM) Pangandaran, Drs. Tatang Suherman, M.Si, saat memfasilitasi pertemuan antara perwakilan masyarakat Pangandaran, anggota DPRD dan pengusaha pemilik Hotel Aston, di Aula Kantor Bupati Pangandaran, Selasa (07/04/2015), menyatakan bahwa pada ijin awal sudah sesuai aturan dan ada klausul kalau di luar tidak sesuai aturan yang mengikat maka bisa ditinjau kembali, karena soal itu masih merujuk pada Perda Ciamis 2011-2031.

Kepala BPN Ciamis, Riswan, mempertanyakan hotel yang dibangun tersebut atas nama pribadi atau PT. Soalnya, kalau atas nama PT, berarti namanya Hak Guna Bangunan, sedangkan kalau pribadi berarti menjadi Hak Milik. [Baca juga: Pengusaha Hotel Aston Pangandaran Diberi Waktu untuk Bereskan Persoalan]

“Kami sifatnya menghimbau kepada pengusaha, harus rela tanah yang ada di sertifikat untuk digunakan fasilitas jalan. Dan tanah milik pa Tjahja ini akan ditinjau kembali,” ucapnya. .

Sekda Pangandaran, Mahmud, SH.,MH, mengatakan bahwa kesimpulan dari pertemuan tersebut, yaitu pengusaha diminta tidak meneruskan pemancangan. Pengusaha diberi kesempatan satu minggu untuk membereskan persoalan terkait pembangunan Hotel Aston. (Mad/Koran-HR)

Berita Terkait

Gelombang Protes Pendirian Hotel Aston City Pangandaran Terus Menggelinding

Pembangunan Hotel Aston City Pangandaran Minta Dihentikan

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!