Diduga Tengah Mesum, Tiga Remaja Tanggung di Ciamis Digerebek Polisi

08/04/2015 0 Comments
Diduga Tengah Mesum, Tiga Remaja Tanggung di Ciamis Digerebek Polisi

Ilustrasi. Foto: Ist/Net

Diduga Tengah Mesum, Tiga Remaja Tanggung di Ciamis Digerebek Polisi

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Tiga remaja tanggung yang terdiri dari dua orang laki-laki dan satu perempuan digerebek polisi yang dibantu warga saat diduga tengah melakukan mesum di sebuah warung tertutup yang berada di sekitar Gedung Islamic Center Ciamis, atau tepatnya di Kelurahan Kertasari, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Selasa (07/04/2015).

Tiga remaja itu diketahui berinisial ZA (16), seorang siswa SMK Swasta di Ciamis, TM (16), seorang siswi Madrasah Aliyah di Ciamis dan Dep (23) seorang pemuda pengangguran yang tercatat sebagai warga Desa Neglasari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar.

Menurut Dedi (43), salah seorang pedagang di lingkungan Islamic Center, penggerebakan itu berawal dari kecuriagaan warga sekitar terhadap seorang remaja putri yang memasuki sebuah warung tertutup. Sebelumnya, warga mengetahui bahwa di warung tersebut terdapat 2 orang remaja laki-laki yang sudah menunggu.

Melihat kelagat yang mencurigakan itu, lanjut Dedi, akhirnya warga sepakat untuk melaporkan hal itu ke pihak kepolisian. “Warga sengaja melaporkan ke pihak kepolisian agar tidak terjadi tindakan anarkis saat melakukan penggerebekan. Setelah anggota polisi menggerebeg warung itu, ketiganya langsung digiring ke Mapolres Ciamis,” ujarnya.

Namun, saat dimintai keterangan di kepolisian, ZA dan Dep mengelak bahwa mereka tengah melakukan aktivitas mesum di dalam warung tersebut. Menurutnya, mereka bertiga tengah berisitirahat di dalam warung dan tidak melakukan perbuatan asusila.

“Sebelum terjadi penggerebekan, saya bersama Dep tiduran di dalam warung. Sementara teman perempuan saya tengah nonton TV. Jadi, tidak benar kami berbuat mesum,” kilahnya.

Sementara itu, Dadi, orang tua ZA, saat ditemui di Mapolres Ciamis, mengaku terpukul dengan ulah anaknya hingga harus berurusan dengan aparat kepolisian. Namun, untuk urusan hukum, dia menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian.

“Tetapi, anak saya hanya diberi pembinaan saja oleh polisi dengan syarat tidak akan melakukan perbuatan serupa di kemudian hari. Saya ambil hikmahnya saja, semoga jadi pelajaran bagi anak saya,”katanya.

Dadi menambahkan, dirinya mengetahui anaknya digerebeg di sebuah warung dan kemudian diamankan oleh petugas kepolisian, setelah mendapat kabar dari pihak kepolisian. “ Saya disuruh menjemput anak saya ke sini dan diminta untuk melakukan pembinaan dan pengawasan setelah anak saya diserahkan oleh polisi,”ungkapnya.

Sedangkan seorang perempuan yang ikut diamankan polisi, saat itu sudah tidak tampak di Mapolres Ciamis. Menurut sumber di Mapolres Ciamis, anak perempuan itu sudah dipulangkan setelah dijemput oleh pihak sekolahnya. (Her/R2/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!