Edarkan Dextro di Banjar, Warga Ciamis Diringkus Polisi

15/04/2015 0 Comments
Edarkan Dextro di Banjar, Warga Ciamis Diringkus Polisi

Wakapolresta Banjar, Kompol. Herryanto, SE., didampingi Kasat. Narkoba, Cecep Edi Sulaeman, S.IP., menunjukan 2.000 butir pil Dextro yang berhasil diamankan dari tiga orang pengedar. Photo: Hermanto/HR.

_DSC0201

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Jajaran Satnarkoba Polresta Banjar, berhasil mengamankan 2.000 butir pil Dextro dari tiga orang pengedar, salah satu diantaranya adalah seorang mahasiswa di universitas ternama yang ada di Kabupaten Ciamis.

Ketiga tersangka masing-masing berinisial Her (37), DK (45), dan An (25). Semuanya diketahui warga Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis. Mereka ditangkap petugas Satnarkoba pada hari Kamis, tanggal 9 April 2015, sekitar jam 10.30 WIB, di kawasan Terminal Bus Banjar saat mereka akan mengedarkannya di Kota Banjar.

Ketika ditangkap petugas, 2.000 butir pil Dextro itu tersimpan dalam sebuah tas berwarna coklat. Menurut Her (37), salah satu tersangka yang mengaku memiliki usaha warungan, bahwa dirinya sengaja mengedarkan pil tersebut untuk menambah penghasilan.

“Saya mengedarkan pil ini untuk tambah-tambah penghasilan, karena dari hasil usaha warung belum bisa mencukupi,” ujarnya, kepada wartawan.

Her juga mengaku, selain mengedarkan di wilayah Ciamis, dia bersama rekan-rekannya mengedarkan pil Dextro di wilayah Kota Banjar, dengan sasaran kalangan remaja.

Sementara itu, Wakapolresta Banjar, Kompol. Herryanto, SE., didampingi Kasat. Narkoba, Cecep Edi Sulaeman, S.IP., mengatakan, pihaknya melakukan penangkapan terhadap tiga tersangka ini berdasarkan laporan dari masyarakat.

Kemudian, pihaknya pun langsung menindaklanjuti atas laporan tersebut dengan melakukan penyelidikan, hingga akhirnya berhasil mengamankan 2.000 butir pil Dextro dari ketiga tersangka.

“Kami akan terus melakukan pengembangan dan penyelidikan sampai kepada sumber atau bandar obat tersebut. Kami juga masih memburu satu tersangka lagi berinisial En yang kini masuk dalam DPO,” kata Herryanto, kepada wartawan, Selasa (14/04/2015), di Aula Mapolresta Banjar.

Dia menambahkan, bahwa dalam Undang Undang Kesehatan, pil Dextro tidak boleh diperjualbelikan secara bebas, karena hal ini dapat menyebabkan stimulant, serta dapat menurunkan tingkat kesadaran manusia.

Kini, ketiga tersangka harus meringkuk di balik jeruji besi kamar tahanan Mapolresta Banjar. Mereka dikenai Pasal 196 Nomor 36 Tahun 2009 tentang Undang Undang Kesehatan dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. (Hermanto/R3/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!