Grafik Penyebaran Penyakit Menular di Pangandaran Fluktuatif

29/04/2015 0 Comments
Grafik Penyebaran Penyakit Menular di Pangandaran Fluktuatif

Ilustrasi. Foto: Ist/Net

Grafik Penyebaran Penyakit Menular di Pangandaran Fluktuatif

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, melansir bahwa grafik penyebaran penyakit menular di wilayah Kabupaten Pangandaran mengalami fluktuasi (naik-turun). Dari laporan Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), fluktuasi itu disebabkan karena masyarakat belum sepenuhnya menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan tempat tinggalnya.

Kabid P2PL Dinkes Pangandaran, Gunarto, Senin (20/04/2015) lalu, mengatakan bahwa penyakit yang rentan menular di Pangandaran, diantaranya ISPA. Pada tahun 2013, jumlah penderita ISPA mencapai 1.083 orang. Kemudian pada tahun 2014, angkanya meningkat hingga mencapai 2.019 orang.

“Grafik penularan penyakit ISPA ini mengalami peningkatan,” katanya.

Penyakir menular lainnya, kata Gunarto, yaitu diare. Jumlah penderita diare pada tahun 2013 mencapai 3.955 orang, dan pada tahun 2014 mengalami penurunan hingga mencapai 9.443 orang penderita. Selanjutnya, penyakit ISPA yang berdampak pada penderita tuberkolosis (TBC), di tahun 2013 penderitanya berjumlah 267 orang, sedangkan tahun 2014 berjumlah 312 orang.

Kepala Sub Progam Dinkes Pangandaran, Yudi, Senin (20/04/2015), mengatakan, penyakit menular lainnya yang masuk kategori tinggi yakni demam berdarah (DBD). Pada grafik tahun 2014, terhitung Maret-April 2014 terdapat sedikitnya 31 kasus. Di tahun 2015, Maret-April 2015, jumlah kasus DBD sudah mencapai 14 kasus.

Penurunan dialami pada grafik penyebaran penyakit malaria. Pada tahun 2013, tercatat sedikitnya ada 19 kasus. Dan pada tahun 2015, sampai Bulan April, tercatat sudah ada 10 kasus. “Untuk menanggulanginya, kami telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat di daerah perbatasan laut untuk membuat kandang (ternak binatang), agar serangan nyamuk malaria ke manusia terminimalisasi,” katanya.

Di Kabupaten Pangandaran, kata Gunarto, dari 10 Kecamatan, 6 kecamatan rentan mengalami serangan nyamuk malaria, diantaranya Padaherang, Kalipucang, Pangandaran, Parigi, Cijulang dan Cimerak. Sedangkan daerah dataran tinggi seperti Kecamatan Langkaplancar dan Cigugur, rawan terancaman serangan nyamuk hutan.

“Tindakan antisipasinya, Dinkes membagikan obat tetes Pengentasan Sarang Nyamuk (PSN) secara gratis kepada masyarakat. Target program PSN ini membunuh jentik nyamuk di lokasi genangan air masyarakat, sedangkan program foging lebih kepada membunuh nyamuk dewasa,” pungkasnya. (Mad/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!