Ini 10 Tuntutan Warga Soal Pembenahan di Pintu Tolgate Pangandaran

01/04/2015 0 Comments
Ini 10 Tuntutan Warga Soal Pembenahan di Pintu Tolgate Pangandaran

Ratusan warga Desa Pangandaran dan Desa Pananjung saat menggelar dialog dengan perwakilan Pemkab dan DPRD Pangandaran, di Aula Desa Pangandaran, Kecamatan Pangandaran, Selasa (31/03/2015). Foto: Madlani/HR

DSC_0154

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Koordinator Aksi Gerakan Masyarakat “Sahate Nyalametkeun” Pangandaran, Ujang Hada, Selasa (31/03/2015), menegaskan, pihaknya menyampaikan 10 tuntutan kepada Pemkab Pangandaran agar segera membenahi pengelolaan pendapatan di pintu masuk kawasan wisata.

Tuntutan itu, kata dia, yakni pertama seluruh kendaraan baik Bis Pariwisata, Mobil pribadi, truk dan sepeda motor yang membawa wisatawan ke objek wisata Pangandaran diwajibkan membeli tiket di loket pintu masuk. Kedua, bubarkan seluruh pengurus PO Bis Pariwisata yang ada di Kabupaten Pangandaran tanpa syarat. Ketiga, transaksi tiket kendaraan harus sesuai dengan jenis kendaraan. [Baca juga: Ratusan Warga Tolak Praktek Japrem di Pintu Tolgate Pangandaran]

Keempat, selain petugas tolgate dilarang berada di pintu masuk. Kelima, segera berlakukan komputerisasi tiketing dengan sistem digital. Kenam, perangkat CCTV harus dipasang kembali di pintu masuk. Ketujuh, hapuskan jatah preman dan lain-lain dari hasil retribusi tol gate.

Kedelapan, segera proses secara hukum sehubungan dengan penyalahgunaan wewenang pengurus PO dengan mengatasnamakan LSM yang menyebabkan kerugian di pintu masuk dan ancaman via sms (pesan singkat) terhadap beberapa anggota masyarakat yang terlibat dalam Forum “Sahate Selamatkan” Pangandaran.

Tuntutan kesembilan, bersihkan oknum internal/eksternal petugas Tolgate dari KKN. Kesepuluh, hapuskan segala bentuk premanisme dari bumi Pangandaran yang menyebabkan keresahan dan kerugian masyarakat Pangandaran. (Mad/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!