Jalan Brigjen. M. Isa Amblas, Dishub Banjar Lapor ke Dirjen Perhubungan Darat

05/04/2015 0 Comments
Jalan Brigjen. M. Isa Amblas, Dishub Banjar Lapor ke Dirjen Perhubungan Darat

Jalan Brigjen. M. Isa Kota Banjar, kembali amblas. Tampak retakan aspal jalan semakin melebar. Photo: Hermanto/HR

Jalan Brigjen M Isa Kota Banjar yang telah berulang kali amblas, kini kembali amblas. Terlihat retakan aspal jalan semakin melebar, dan sebelah kiri foto, terlihat jelas trotoar jalan dan tembok beton terlihat amblas dan terkulai. Foto: Hermanto/HR.

Jalan Brigjen M Isa Kota Banjar yang telah berulang kali amblas, kini kembali amblas. Terlihat retakan aspal jalan semakin melebar, dan sebelah kiri foto, terlihat jelas trotoar jalan dan tembok beton terlihat amblas dan terkulai. Foto: Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Setelah berulang kali amblas, kini jalan Brigjen M Isa, di Lingkungan Cipadung, Kelurahan Purwaharja, Kec. Purwaharja, Kota Banjar, kembali mengalami amblas. Retakan aspal jalan semakin melebar, dan trotoar jalan kembali amblas.

Kondisi jalan tersebut kini semakin curam, baik dari arah Ciamis maupun dari Kota Banjar. Para pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas jalan tersebut. Pasalnya, lubang retakan di jalan itu mencapai sepanjang 3 meter, dengan kedalaman 20 centimeter.

“Ini amblas untuk ke sekian kalinya, hingga membuat lubang menganga di tengah jalan, dan kondisinya semakin parah,” ucap Sugianto (32), warga setempat, kepada HR, Selasa (31/03/2015) lalu.

Meski sudah dipasang rambu peringatan untuk mengantisipasi kecelakaan, namun rambu hanya terlihat jelas dari arah Banjar menuju Ciamis. Sementara, dari arah Ciamis menuju Banjar, rambu tidak terpasang, Sehingga, banyak kendaraan yang tidak mengetahui kondisi jalan dan memacu kendaraannya dengan cepat, sering kali terancam kecelakaan.

“Malam kemarin ada tiga motor alami kecelakaan, karena pengendara tidak mengetahui medan jalan, begitu tahu jalan curam mereka langsung rem mendadak saat menyalib dari arah Barat,” jelas Sugianto.

Sementara itu, Khaerudin (43), salah seorang pengguna jalan, warga Ujung Berung, Bandung, mengaku, kendaraannya mengalami patah bemper belakang akibat tidak mengetahui medan jalan saat akan ke Pangandaran beserta keluarganya.

“Ketika itu saya sedang menyalip, dan saya tidak mengetahui medan jalan. Saat memasuki turunan, kendaraan saya ngagasruk hingga mengalami patah bemper,” katanya, ketika dijumpai HR, Senin (30/03/2015).

Pendapat serupa juga diungkapkan Galih Akbar (29), warga Dusun Sembung Jaya, Kec. Cisaga, Kabupaten Ciamis. Dia mengaku pernah mengalami kecelakaan akibat ban sepeda motor yang dikendarainnya masuk ke dalam lobang patahan yang ada di tengah jalan.

“Ban motor saya masuk ke dalam lobang yang ada di tengah jalan tersebut hingga terjatuh. Namun saya hanya mengalami luka ringan saja,” tutur Galih.

Sugianto dan warga lainya berharap, petugas berwenang segera memasang rambu jenis traffic light untuk peringatan bagi pengendara. Sebab, rambu yang ada sekarang bila malam hari tidak terlihat jelas.

Terkait dengan adanya permintaan tersebut, Kasi. Rekayasa Lalu-lintas Dinas Perhubungan Kota Banjar, Aan Mulyana, mengatakan, untuk mengantisipasi kecelakaan, pihaknya sudah memasang rambu peringatan dan warning light agar para pengendara lebih berhati-hati.

Namun, menurut Aan, pihaknya merasa khawatir jalan akan amblas lebih parah lagi jika hujan kembali turun, ditambah tekanan dari kendaraan. “Dinas Perhubungan Kota Banjar sudah melaporkan kondisi jalan tersebut ke Dirjen Perhubungan Darat dan Dishub Provinsi Jabar,” kata Aan. (Hermanto/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!