Kenalan di Facebook, Siswi SMP di Banjar Dicabuli Kondektur Bus 7 Kali

02/04/2015 0 Comments
Kenalan di Facebook, Siswi SMP di Banjar Dicabuli Kondektur Bus 7 Kali

Ded (37), pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur, tengah menjalani pemeriksaan petugas di ruang Satreskrim Polresta Banjar. Photo: Hermanto/HR

Pencabulan

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Tindak pidana pencabulan anak di bawah umur kembali terjadi di Kota Banjar. Kali ini korbannya menimpa seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP), yang dicabuli oleh seorang lelaki berprofesi sebagai kondektur bus umum.

Lekali berinisial Ded (37), warga Karangmalang, Desa Puloerang, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, melakukan pencabulan terhadap IL (14), salah seorang siswi SMP di Kota Banjar.

Di hadapan petugas Satreskrim Polresta Banjar, laki-laki yang sudah berkeluarga ini, mengaku berkenalan dengan IL sejak bulan Ramadhan 2014 lalu, melalui media sosial facebook.

Dalam perkenalannya itu mereka saling tukar nomor handphone, dan selanjutnya terjadi komunikasi antara pelaku dan korban. Pelaku pun mengakui, bahwa dirinya sudah melakukan persetubuhan dengan korban sebanyak 7 kali.

“Saya pacaran sama dia, dan saya sudah melakukan persetubuhan sebanyak tujuh kali, di perkebunan karet Mandalare dua kali, di perkebunan dekat Bendungan Manganti tiga kali, dan di dekat rumah IL sebanyak dua kali,” tutur Ded, saat diintrogasi petugas di ruang Satreskrim Polresta Banjar, Selasa (31/03/2015).

Selain itu, Ded juga mengaku terangsang oleh kemolekan tubuh korban, sehingga dirinya berani menyetubuhi gadis di bawah umur yang diakui sebagai pacarnya. Bahkan, Ded pun menjanjikan akan menikahinya setelah korban tamat sekolah.

Kepala Satuan Reskriminal Polresta Banjar, AKP. Shohet, mengatakan, tersangka Ded memang sudah lama diintai oleh warga, kemudian penangkapannya dilakukan jajaran Polsekta Langensari, dan selanjutnya diserahkan ke Polresta Banjar.

“Satreskrim Polres Banjar selanjutnya melakukan pemeriksaan terhadap Ded, dan hasil pemeriksaan tersebut, Ded terbukti telah melakukan persetubuhan dengan korban sebanyak tujuh kali, yang terakhir dilakukan pada tanggal 19 Maret 2015,” terangnya.

Menurut Shohet, modus yang dilakukan pelaku yaitu, pelaku menjemput si korban yang akan berangkat sekolah dengan menggunakan sepeda motor. Namun, korban tidak dibawa ke sekolah, melainkan dibawa ke tempat lain.

“Pasal yang diterapkan kepada pelaku adalah pasal 81 ayat 2 UU Nomor 35 tahun 2014, tentang Perubahan UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman paling singkat 5 tahun penjara, dan paling lama 15 tahun penjara,” kata Shohet.

Kini, pelaku telah diamankan di ruang sel tahanan Mapolres Kota Banjar, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (Hermanto/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!