Kerukunan Umat Sebagai Pondasi Pembangunan di Desa Waringinsari Banjar

30/04/2015 0 Comments
Kerukunan Umat Sebagai Pondasi Pembangunan di Desa Waringinsari Banjar

Warga Desa Waringinsari saat mengikuti kegiatan pengajian Ahad pon di salah satu mesjid yang ada di wilayah desa tersebut. Photo: Nanang Supendi/HR.

???????????????????????????????

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Sebagian besar warga Desa Waringinsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, dikenal sangat Islami, sehingga tak heran alim ulama dan ajengan, serta bangunan mesjid yang didirikan.

Namun, desa ini pun termasuk desa yang paling banyak terdapat bangunan gereja dan warga nasraninya, dibanding dengan desa lainnya di Kota Banjar. Meski begitu, patut diapresiasi atas kerukunan warga yang berbeda keyakinan. Mereka saling berdampingan, sehingga kerukunan umat berjalan baik, saling menghormati dan toleransi.

Kepala Desa Waringinsari, Misbahudin, saat ditemui HR di ruang kerjanya, Selasa (21/04/2015), mengatakan, sampai saat ini kultur tersebut masih tetap terjaga. Tercatat sebanyak 5 bangunan gereja terdapat di Desa Waringinsari. Bahkan, ada bangunan gereja yang berhadapan dengan mesjid.

“Mereka hidup rukun saling berdampingan dan menghormati satu sama lain. Makanya kami dalam melaksanakan pembangunan di desa ini, kerukunan umat beragama menjadi perekat dan pondasi,” ujar Misbahudin.

Pihaknya berharap, kerukunan umat beragama yang sudah terjalin baik ini akan semakin menopang pembangunan yang sedang dijalankannya. Sebab, bila ditinjau dari perspektif pembangunan, kekokohan dan kerukunan umat beragama sangat berkontribusi terhadap pembangungan di desanya.

Untuk itu, pihaknya mengagap penting menjaga kondusifitas antar umat beragama supaya tetap menjaga kedaulatan warga di desa. Tak terkecuali hal itu pun untuk menjaga keutuhan Kota Banjar, dan lebih luas lagi bagi NKRI.

Hingga sekarang, peran tokoh agama di Waringinsari mampu menjaga kerukunan, dan akan menjadi kekuatan dalam menghadapi rongrongan yang ingin merusak pembangunan di desanya. Bahkan, kerunan antar umat beragama menjadi salah satu daya ungkit dalam percepatan pembangunan desa.

“Kami menilai, kerukunan umat beragama menjadi sebuah modal membangun sinergitas untuk menguatkan Pemerintah Kota Banjar. Terlebih Kota Banjar bervisikan iman dan taqwa,” katanya.

Selain itu, Kota Banjar saat ini sedang menggalakan program Maghrib Mengaji, sehingga banyak kegiatan keagamaan di Waringinsari yang mendukung program tersebut, salah satunya melalui pengajian rutin Ahad pon, bekerjasama dengan MUI Desa. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara bergiliran dalam setiap bulannya di mesjid yang ada di wilayahnya.

“Setiap pengajian Ahad pon, kami memberdayakan ulama-ulama desa guna mengisi tauziah, memberikan pencerahan untuk meningkatkan ukhuwah Islamiah. Kami berdayakan keberadaan tokoh-tokoh agama setempat, sebab mereka sangat vital dalam menciptakan kerukunan antar umat beragama,” jelasnya.

Pihaknya berharap, warga Desa Waringinsari bisa terus menjaga toleransi dan eksistensi dalam beragama. “Mari jalin dan bangun komunikasi, agar dalam kesempatan apapun kita saling menghormati, sehingga menimbulkan kerukunan lebih erat, yang pada akhirnya mendukung dalam setiap pelaksanaan pembangunan di Desa Waringinsari,” pungkas Misbahudin. (Nanks/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!