Konvoi Moge Ugal-Ugalan, Bikin Jengkel Warga Banjar

11/04/2015 0 Comments
Konvoi Moge Ugal-Ugalan, Bikin Jengkel Warga Banjar

Sepeda motor gede (Moge) berbagai jenis terlihat melintas di kawasan Kota Banjar menuju objek Wisata Pantai Pangandaran. Konon, aksi mereka sempat ugal-ugalan dan membuat jengkel warga. Foto: Hermanto/HR.

Sepeda motor gede (Moge) berbagai jenis terlihat melintas di kawasan Kota Banjar menuju objek Wisata Pantai Pangandaran. Konon, aksi mereka sempat ugal-ugalan dan membuat jengkel warga. Foto: Hermanto/HR.

Sepeda motor gede (Moge) berbagai jenis terlihat melintas di kawasan Kota Banjar menuju objek Wisata Pantai Pangandaran. Konon, aksi mereka sempat ugal-ugalan dan membuat jengkel warga. Foto: Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Konvoi rombongan motor gede (Moge) berbagai jenis melintas memasuki Kota Banjar menuju objek wisata pantai Pangandaran, Jum’at, (10/04/2015). Namun, aksi mereka saat melintas pusat kota yaitu jalan Letjen. Suwarto, mengundang protes dan membuat jengkel warga.

Protes dan kejengkelan warga tersebut, akibat konvoi Moge terkesan arogan dan ugal-ugalan saat berkendara, dan bahkan nyaris menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

Konvoi Moge tersebut sering kali meminta di istimewakan dari pengguna jalan lainnya. Padahal, berdasarkan aturan tidak ada keistimewaan bagi siapapun pengguna jalan, kecuali mobil ambulans, atau dalam situasi gawat.

Menurut informasi yang dihimpun harapanrakyat.com, konvoi Moge tersebut menuju objek wisata pantai Pangandaran hanya untuk memeriahkan hari jadi grup atau kumpulan Moge salah satu merk terkenal.

Aksi konvoi Moge yang terlihat seperti kendaraan lain harus minggir, kalau tidak terserempet atau ditabrak terlintas di sejumlah benak warga Kota Banjar yang saat itu melihat aksi mereka.

Alhasil, sejumlah warga yang gerah dan jengkel atas aksi tersebut sempat memaki kepada pengendara konvoi Moge tersebut.

Sri (43), warga Karangtengah, saat sedang berkendara melintasi turunan jembatan Viaduct, mengaku, sempat dipepet konvoi Moge, hingga terserempet dan terjatuh.

“Etika berkendara di jalan umum harusnya dihormati oleh siapa saja, begitu pun mereka (pengendara Moge). Jangan arogan begitu, sama-sama bayar pajak. Emang ini jalan milik nenek moyangnya,” ketusnya dengan nada penuh emosi.

Sri menyayangkan aksi mereka yang telah menyerempet dan pergi begitu saja tanpa menghiraukannya.

Arogansi berkendara para pengendara Moge, menurut Dede Andi (38) warga lainnya, menurutnya, bukan hal pertama kali terjadi di jalur menuju Pangandaran, dan itu cukup membuat warga bosan melihatnya.

“Saya tidak peduli siapa mereka. Jangan semena-mena kalau berkendara dijalan umum, karena dapat membahayakan pengguna jalan lainnya,” ketusnya. (Hermanto/R1/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!