Lestarikan Seni Sunda, “Sekar Manganti’ Ciamis Lahirkan Generasi Praktisi

29/04/2015 1 Comment
Lestarikan Seni Sunda, “Sekar Manganti’ Ciamis Lahirkan Generasi Praktisi

Salah seorang anggota Sanggar Seni Sekar Manganti, yang masih berusia sekolah dasar, sedangkan menujukkan salah satu seni tari tradisi sunda. Photo : Deni Supendi/ HR

Sanggar Seni Sekar Manganti

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Upaya untuk menjaga dan melestarikan kesenian serta kebudayaan sunda terus dilakukan sejumlah komunitas yang peduli terhadap seni dan budaya sunda. Salah satunya dilakukan oleh Sanggar Seni Sekar Manganti, yang beralamat Desa Baregbeg, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.  

Sri Sulastri, pendiri Sanggar Seni Sekar Manganti, ketika ditemui HR seusai peresmian, Kamis (16/04/2015) pekan lalu, mengungkapkan bahwa kesadaran akan kekayaan kesenian dan kebudayaan nusantara, khususnya kesenian dan kebudayaan sunda adalah sebab utama sanggar ini dibentuk.

Menurut Sri, seni dan budaya sunda sangat lekat dengan keindahan serta memiliki filosofi di setiap goresan, nada dan geraknya. Baginya, kesenian dapat membuat manusia cenderung cerdas, ekspresif, produktif, kreatif, dan memiliki rasa, keindahan yang tinggi.

“Dan Sanggar Seni Sekar Manganti dibentuk dengan tujuan menumbuhkan kembali rasa cinta serta membangkitkan kembali kepedulian pada generasi muda terhadap budaya sunda yang kini mulai luntur,” katanya.

Sri menjelaskan, Sekar Manganti mengandung makna. Sekar dalam bahasa sunda berarti bunga, sedangkan Manganti dapat diartikan ditunggu, diharap atau dinanti. Jadi secara harfiah sekar manganti dapat diartikan sebagai bunga yang dinanti, yang diharapkan dapat menebar wanginya kesenian sunda ke seantero nusantara bahkan merambah dunia.

Pimpinan Sanggar Seni Sekar Manganti, Tori, menambahkan, sanggar yang saat ini dia kelola memiliki visi untuk membentuk karakter bangsa yang memiliki keselarasan jiwa dan raga, kreatif, mandiri, sebagai wujud manusia paripurna untuk menjaga dan melestarikan budaya lokal.

Misinya, lanjut Tori, diantaranya dengan mengadakan pelatihan seni tari, musik, sastra, rupa dan kreasi; melakukan pembelajaran berbasis seni tradisi dan budaya sunda; melakukan pembinaan dan regenerasi praktisi seni; melestarikan, menjaga dan mengembangkan seni tradisi sunda; menggali insan-insan seni yang lama terpendam; dan mengembangkan karya-karya seni inovatif. (Deni/Koran-HR)

About author

Related articles

1 Comment

    Leave a Reply