Lumut di Padaherang Pangandaran ‘Disulap’ Jadi Rupiah

19/04/2015 0 Comments
Lumut di Padaherang Pangandaran ‘Disulap’ Jadi Rupiah

Penjualan lumut untuk menjadi umpan ikan kini sangat digemari para mancing mania. Dalam dua hari, warung milik Erus mampu menjual 50 kg lumut. Foto: Ntang sr/HR.

Penjualan lumut untuk menjadi umpan ikan kini sangat digemari para mancing mania. Dalam dua hari, warung milik Erus mampu menjual 50 kg lumut. Foto: Ntang sr/HR.

Penjualan lumut untuk menjadi umpan ikan kini sangat digemari para mancing mania. Dalam dua hari, warung milik Erus mampu menjual 50 kg lumut. Foto: Ntang sr/HR.

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Siapa sangka lumut dapat menjadi mata pencaharian untuk menghasilkan rupiah sehari-hari. Sering kali lumut menjadi hama atau perusak pesawahan atau kolam ikan.

Namun tidak bagi Erus, warga Desa Kedungwuluh, Kec. Padaherang, Kab. Pangandaran, yang menjadikan lumut sebagai mata pencahariannya.

“Permintaan lumut untuk umpan pancing selalu ada setiap hari. Satu gelas air mineral saya jual seribu rupiah, dan berjualan lumut umpan sudah berjalan selama tiga tahun,” jelas Erus kepada harapanrakyat.com, Rabu, (15/04/2015).

Untuk memenuhi persediaan stok lumut umpan, Erus mencari dari sekitar kampungnya, bahkan hingga harus ke wilayah Cilacap Jawa Tengah. “Dalam sehari lumut yang didapatkan rata-rata hanya satu karung berukuran 50 kilogram, dan habis dalam dua hari saja,” ujarnya.

Keberadaan penjual lumut di Padaherang, menurut Erus, hanya ada dua penjual. Dan dalam sehari, Erus mengaku mampu menghasilkan keuntungan Rp 75 ribu hingga Rp. 100 ribu. (Ntang sr/R1/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!