Masuk ke Makam Keramat Banguntapa Ciamis, Dilarang Sebut Nama Hewan Ini!

09/04/2015 0 Comments
Masuk ke Makam Keramat Banguntapa Ciamis, Dilarang Sebut Nama Hewan Ini!

Jalan menuju area pusaran Makam Keramat Mbah Banguntapa Selamanik, Beregbeg, Ciamis. Photo : Eli Suherli/ HR

pintu masuk makam mbah banguntapa slamnik  (1)

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Pengunjung yang ingin mendatangi Makam Keramat ‘Mbah Banguntapa Selamanik’, di Dusun Baregbeg, Desa Baregbeg, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, perlu mendengarkan anjuran, yang berupa larangan, dari cerita yang beredar di tengah masyarakat setempat. Pasalnya, bila hal itu tidak dilakukan, bahaya dan ancaman akan mendera pengunjung yang bersangkutan.

Salah seorang anggota masyarakat yang enggan disebutkan namanya, Selasa (31/03/2015), mengatakan, setiap pengunjung yang memasuki kawasan makam keramat dilarang untuk menyebut nama hewan ‘Lipan’, atau Kaki Seribu, (Titinggi, Sunda-red).

“Bila nama hewan itu disebut, seketika jalan menuju area makam (pusaran) akan dipenuhi lipan atau kaki seribu alias titinggi,” kata sumber HR tersebut.

Kepada HR, awalanya di juga tidak mempercayai mitos yang beredar di tengah masyarakat tersebut. Namun, setelah orangtuanya sendiri mengalaminya, diapun mulai mempercayai kebenaran tersebut.

Bahkan, kehebohan sempat terjadi pada sekitar tahun 1992. Salah seorang petapa yang sengaja mendatangi makam untuk mencari benda pusaka, ketakutan karena didatangi binatang kaki seribu berukuran sebesar pohon kelapa.

“Memang, makam keramat Mbah Banguntapa Selamanik pada waktu itu sering sekali didatangi orang untuk bertapa. Alasan mencari benda pusaka atau ada juga yang meminta nomer kode buntut,” katanya.

Namun, kata dia, setelah makam keramat selamanik dibuka untuk umum, lambat laun cerita atau mitos larangan menyebut nama hewan ‘Lipan’ mulai tidak lagi terdengar di kalangan masyarakat. Begitupun dengan aktifitas pertapaan yang dulu seringkali dilakukan di area pemakaman tersebut.

Kepala Desa Baregbeg, Ade Iwan, Selasa (31/03/2015), mengaku pernah mendengar tentang mitos binatang kaki seribu. Tapi, dia mengaku tidak terlalu meyakininya seratus persen. Menurut dia, melihat kondisi Makam Keramat Mbah Banguntapa Selamanik, wajar seandainya binatang kaki seribu berada disana.

“Cocok, soalnya tanahnya lembab, juga terdapat banyak pohon besar,” katanya.

Soal mitos, Ade memilih untuk mengembalikan persoalan itu kepada kepercayaan masing-masing orang. Menurut dia, masalah gaib memang benar adanya. Namun dia tidak ingin menyarankan kepada orang lain untuk mempercayai mitos yang ada di makam keramat tersebut. (es/Koran-HR)

 Ikuti berita menarik lainnya di Harapan Rakyat Online melalui akun twitter: Koran Harapan Rakyat dan fans page facebook: Harapan Rakyat Online

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!