Moge Ugal-ugalan, Kasatlantas Polres Banjar “No Comment”

12/04/2015 0 Comments
Moge Ugal-ugalan, Kasatlantas Polres Banjar “No Comment”

Konvoi motor gede (Moge) saat melintasi Kota Banjar menuju objek wisata pantai Pangandaran, dalam rangka memperingati hari jadi perkumpulan salah satu Moge. Foto: Dok/HR Online.

Konvoi motor gede (Moge) saat melintasi Kota Banjar menuju objek wisata pantai Pangandaran, dalam rangka memperingati hari jadi perkumpulan salah satu Moge. Foto: Dok/HR Online.

Konvoi motor gede (Moge) saat melintasi Kota Banjar menuju objek wisata pantai Pangandaran, dalam rangka memperingati hari jadi perkumpulan salah satu Moge. Foto: Dok/HR Online.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Konvoi besar-besaran para penggemar motor gede (Moge) yang terjadi pada hari Jum’at (10/04/2015) hingga Minggu, (12/04/2015), yang berkendara menuju objek wisata pantai Pangandaran, mendapat kecaman dari sejumlah pengguna jalan dan warga yang mereka lintasi.

Pasalnya, aksi mereka terkesan arogan saat berkendara di jalan raya. Bahkan, dilaporkan rombongan Moge tersebut menabrak pengendara lain hingga tewas, seperti yang terjadi di Desa Kertahayu, Kec. Pamarican, Kab. Ciamis.

Tidak hanya itu, kekesalan warga dikarenakan rombongan Moge tersebut terkesan sangat di spesialkan oleh aparat kepolisian. Mereka bisa dengan leluasa melabrak traffic light, sementara pengendara lain harus mengalah.

Selain itu, aksi ugal-ugalannya saat berkendara dengan kecepatan tinggi telah banyak menelan korban pengendara lainnya. Seperti dikatakan, Memet, warga Banjar yang mengaku akan tertabrak konvoi tersebut saat mereka melabrak traffic light.

“Parah, mereka tak ubahnya mirip geng motor berlaku ugal-ugalan. Rambu lalu litas pun dilabrak, hampir saja saya tertabrak,” ketusnya.

Memet menyayangkan, pihak kepolisian tidak berbuat apa-apa atas kejadian yang hampir menimpa dirinya, yang terjadi di perempatan Jembatan Baru (Jembar), dimana disitu terdapat Pos Polisi Lalu Lintas, berserta sejumlah anggota Polantas.

Kejadian serupa menimpa Deden Aswi, warga Kec. Cisaga, Kab. Ciamis, yang saat itu tengah akan menuju pasar Banjar. Menurut Deden, saat lampu merah menyala konvoi Moge itu dengan asyiknya menerobos lampu merah.

“Ko polisi malah membiarkan mereka lewat begitu saja, malah terkesan mengamankan mereka saat melabrak lampu merah. Saat ini kan masih berlangsung program operasi simpatik Lodaya 2015, yang akan berakhir 21 April mendatang. Apa mungkin aturan Lalu lintas tidak berlaku bagi pengendara Moge,” tanyanya keheranan.

Kekesalan pengendara dan warga atas aksi arogan pengendara Moge, harapanrakyat.com mengkonfirmasi Kasatlantas Polres Banjar, AKP. Taryadi melalui telepon selulernya. Saat ditanya tanggapannya mengenai hal itu, Kasatlantas tidak memberikan jawaban apapun alias “No Comment”. (Hermanto/R1/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!