Mudahkan Mobilisasi Damkar, Portal Jembatan Doboku Banjar Minta Dibuka

25/04/2015 0 Comments
Mudahkan Mobilisasi Damkar, Portal Jembatan Doboku Banjar Minta Dibuka

Warga meminta pihak Dishub Kota Banjar membuka keberadaan portal di jembatan Doboku, agar mobil pemadam kebakaran bisa melintas jalur tersebut saat terjadi kebakaran di wilayah Kec. Purwaharja. Foto: Hermanto/HR.

Warga meminta pihak Dishub Kota Banjar membuka keberadaan portal di jembatan Doboku, agar mobil pemadam kebakaran bisa melintas jalur tersebut saat terjadi kebakaran di wilayah Kec. Purwaharja. Foto: Hermanto/HR.

Warga meminta pihak Dishub Kota Banjar membuka keberadaan portal di jembatan Doboku, agar mobil pemadam kebakaran bisa melintas jalur tersebut saat terjadi kebakaran di wilayah Kec. Purwaharja. Foto: Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Sejumlah warga yang tinggal di wilayah Kecamatan Purwaharja, meminta kepada pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjar, untuk membuka keberadaan portal di Jembatan Doboku.

Pasalnya, kendaraan pemadam kebakaran kerap terlambat dalam mengangani peristiwa kebakaran, khususnya saat terjadi kebakaran di wilayah Kecamatan Purwaharja dan sekitarnya. Seperti kebakaran rumah yang terjadi di Lingkungan Cikadu, Blok Ciaren, RT.27/12, pada hari Sabtu (18/04/2015).

Dede Sutardi (53), tokoh masyarakat Ciaren, mengatakan, dia bersama warga lainnya meminta kepada pihak Dishub agar segera membuka portal yang terpasang di Jembatan Doboku, guna memudahkan mobilisasi armada pemadam kebakaran, jika di wilayah Kecamatan Purwaharja terjadi kebakaran lagi.

“Kalau portal tetap tidak dibuka, maka ketika ada kebakaran di daerah Purwaharja dan sekitarnya, armada pemadam kebakaran harus memutar lebih jauh ke arah pasar, karena akses jalan tercepat menuju lokasi kejadian terhalang portal,” ujar Dede.

Di tempat terpisah, Kasi. Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar, Asep Setiadi, mengatakan, jika portal tidak bisa dibuka secara permanen, maka solusinya mungkin bisa dengan cara buka tutup menggunakan kunci gembok.

“Kalau bisa menggunakan sistem buka tutup saja, sehingga jika terjadi kebakaran, khususnya di wilayah Purwaharja dan sekitarnya, kami tidak perlu memutar dulu ke arah yang lebih jauh,” kata Asep.

Sementara itu, Kabid. Lalu-lintas Dishub Kota Banjar, Supendi, mengatakan, tidak masalah jika portal dibuka. Namun, pihaknya merasa khawatir kondisi jembatan akan ambrol karena beban kendaraan yang berat.

“Kami bisa saja membuka dengan menggunakan buka tutup, tapi kondisi jembatan tersebut mampu tidak untuk menahan beban kendaraan berat. Saya khawatir, jika dilewati kendaraan yang bebannya berat, jembatan tersebut ambrol,” ujarnya, saat ditemui HR, Senin (20/04/2015).

Supendi menambahkan, bahwa untuk merubah portal tersebut perlu memerlukan biaya untuk membeli kunci beserta gemboknya. Menurut dia, kalaupun nantinya portal itu bisa dibuka, namun hanya untuk kondisi darurat saja, sehingga kunci portal tersebut dipegang oleh masing-masing instansi, yaitu BPBD dan Dishub. (Hermanto/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!