Persiapan Jadi RS Tipe D, UGD Puskesmas Langensari II Banjar Direhab

28/04/2015 0 Comments
Persiapan Jadi RS Tipe D, UGD Puskesmas Langensari II Banjar Direhab

Puskesmas Langensari II rencananya akan ditingkatkan statusnya menjadi Rumah Sakit Type D. Photo: Nanang Supendi/HR

???????????????????????????????

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Guna meningkatkan pelayanan sekaligus sebagai persiapan peningkatan status menjadi Rumah Sakit Type D, Puskesmas Langensari II akan merehab ruang Unit Gawat Darurat UGD). Hal itu seiring dengan meningkatnya jumlah pasien, sehingga UGD yang ada sudah tidak memadai.

Kepala Puskesmas Langensari II, drg. Robyanto, mengatakan, perkembangan pelayanan di Puskesmas kini mengalami peningkatan. Terlebih pasien kecelakaan lalu-lintas yang selalu ada.

“Jadi sangat penting ruang UGD Puskesmas Langensari diperluas. Apalagi menurut perencanaan Bappeda akan ditingkatkan statusnya jadi RS type D,” katanya, kepad HR, Sabtu (18/04/2015).

Namun demikian, terkait rencana tersebut dirinya tidak mengetahui perkembangannya sudah sejauh mana mengenai kelanjutan peningkatan status Puskesmas Langensari II, karena belum ada koordinasi lagi dari Bappeda.

“Saya belum tahu perkembangan terbaru rencana jadi Rumah Sakit. Apalagi saya juga baru mendengar pernyataan orang penting di Banjar di salah satu media, bahwa di Langensari ini akan didirikan RS Paru-Paru,” ujarnya.

Atas adanya wacana akan didirikannya Rumah Sakit Paru-Paru, kata Robyanto, tentu pihaknya sangat mendukung. Sebab, di Kecamatan Langensari sangat potensial didirikan Rumah Sakit. Terlebih untuk pelayanan RS Paru di wilayah Priangan Timur belum ada.

“Selain dari sisi pelayanan kesehatan akan sangat membantu, juga kami melihat sisi bisnis akan sangat menguntungkan. Jadi kalau ada RS Paru di sini, mungkin untuk sementara Puskesmas Langensari belum akan ditingkatkan,” tukasnya.

Jika Puskesmas Langensari II tetap perlu ditingkatkan statusnya, maka Pemerintah Kota Banjar harus segera menyiapkan Puskesmas pengganti. Karena, di wilayah kecamatan tetap harus ada Puskesmas.

“Meski demikian, kami tidak terlalu mengingat itu. Kita tetap fokus memberi pelayanan kesehatan yang terbaik, dan berusaha menambah fasilitas yang perlu dipenuhi, sebagaimana amanat UU JKN. Seiring adanya JKN, pasien semakin meningkat dengan menggunakan BPJS,” terangnya.

Sampai saat ini, fasilitas di Puskesmas Langensari II terdapat sekitar 11 unit bangunan rawat inap, termasuk diantaranya ruang UGD yang akan direhab, ruang lab klinik, ruang pelayanan HIV-AIDS, ruang kesehatan ibu dan anak, serta ruang pelayanan kesehatan gigi dan mulut.

Menurut dia, pihaknya pun tak menampik, dengan fasilitas yang saat ini dikatakan cukup, tidak ada salahnya bila rencana peningkatan status tersebut segera dapat terealisasi. Apalagi angka rujukan dan pelayanan di Puskesmas Langensari II cukup tinggi.

Untuk bisa ditetapkan menjadi Rumah Sakit type D, Puskesmas Langensari II tentu harus sudah memiliki kamar operasi, UGD, tempat tidur pasien minimal 50, memiliki dua dokter spesialis, dan dokter umum yang memadai, memiliki ruang rontgen, laboratorium, kamar jenazah, tempat pembuangan limbah, serta fasilitas pendukung lainnya. (Nanks/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!