Right Parking RSUD Banjar Dikeluhkan Penunggu Pasien

25/04/2015 0 Comments
Right Parking RSUD Banjar Dikeluhkan Penunggu Pasien

Portal parkir otomatis di jalan RSUD Kota Banjar dikeluhkan para penunggu pasien. Foto: Eva Latifah/HR.

Portal parkir otomatis di jalan RSUD Kota Banjar dikeluhkan para penunggu pasien. Foto: Eva Latifah/HR.

Portal parkir otomatis di jalan RSUD Kota Banjar dikeluhkan para penunggu pasien. Foto: Eva Latifah/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Sejumlah penunggu pasien di RSUD Kota Banjar, mengeluhkan dengan adanya right parking atau parkir otomatis yang dipasang di depan gerbang masuk rumah sakit tersebut. Pasalnya, mereka kerap keluar masuk guna membeli kebutuhan yang diperlukan, sehingga terpaksa harus membayar parkir lebih dari satu kali.

Keluhan tersebut diungkapkan Drs. H. Dedi Ibrahim, warga Lingkungan Banjarkolot, Kel/Kec. Banjar, yang tengah menunggu istrinya dirawat. Menurutnya, dalam setiap harinya, penunggu pasien biasanya keluar masuk, baik untuk membeli makanan maupun kebutuhan-kebutuhan lainnya.

“Kalau kita keluar masuk sampai lima kali dalam stiap harinya, itu berarti sudah 10 ribu rupiah untuk bayar parkir saja. Harusnya untuk parkir penunggu pasien jangan disamakan dengan pengunjung. Artinya, harus ada solusi yang bisa menguntungan kedua belah pihak, baik penunggu pasien maupun pemerintah kota,” tuturnya, kepada HR, Jum’at (17/04/2015).

Bahkan, kata Dedi, yang lebih memberatkan lagi bagi pasien yang baru mau masuk dirawat, khususnya masyarakat tidak mampu. Karena, sebelum dirawat biasanya ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh pihak keluarga pasien.

“Kalau mau dirawat itu kan keluarga pasien harus mengurus-ngurus dulu persyaratannya, khususnya bagi pasien dari keluarga tak mampu, dan itu pasti buat mereka memberatkan. Pemerintah seharusnya memikirkan hal itu,” kata Dedi.

Keluhan serupa diungapkan Jajang, penunggu pasien lainnya. Dia mengaku, saat mau daftar untuk rawat inap, dirinya sampai tiga kali harus bolak-balik ke luar guna mengurus persyaratan SKTM.

“Saya bolak-balik ke luar rumah sakit lantaran persayaratannya belum komplit. Maklum saja, kalau memakai SKTM kan ribet uras-urusnya, belum lagi mengambil kebutuhan lainnya ke rumah. Otomatis bayar parkirnya pun jadi membengkak,” keluhnya.

Dirinya pun berharap kepada pemerintah kota supaya membedakan antara karcis parkir pengunjung dan penunggu pasien, termasuk bagi keluarga pasien yang sedang mengurus persyaratan masuk RSU Banjar. (Eva/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!