Selain Tak Bayar ke Kafe di Pangandaran, di Tas Pelaku Ditemukan Uang Palsu

02/04/2015 0 Comments
Selain Tak Bayar ke Kafe di Pangandaran, di Tas Pelaku Ditemukan Uang Palsu

Tiga pria yang dilaporkan tidak membayar kewajibannya setelah memesan minuman dan makanan di sebuah kafe di blok Pamugaran, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, saat diperiksa di Mapolsek Pangandaran, Rabu (01/03/2015). Foto: Entang SR/HR

Selain Tak Bayar ke Kafe di Pangandaran, di Tas Pelaku Ditemukan Uang Palsu

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Selain dilaporkan pemilik kafe remang-remang di daerah Pamugaran, karena tidak mau membayar makanan dan minuman sekitar Rp. 4 Juta lebih, tiga pria berinisial Su, Wa dan War pun ternyata memiliki gepokan uang palsu senilai Rp. 20 juta saat digerebeg anggota Polsek Pangandaran, di sebuah hotel di kawasan objek wisata Pangandaran, Rabu (01/03/2015).

Kapolsek Pangandaran, Kompol Suyudi melalui Kanit Reskrim Aiptu Endang Wijaya, mengatakan, pihaknya menemukan tumpukan uang senilai Rp. 20 juta yang disimpan di tas pelaku saat melakukan penggerebakan di hotel tempat pelaku menginap. Anggotanya, lanjut dia, kemudian melakukan pemeriksaan terhadap uang tersebut.

“Setelah diteliti, ternyata uang itu palsu. Kami menduga pelaku akan mengedarkan uang palsu itu di wilayah Pangandaran,” katanya, kepada HR, Rabu (01/04/2015).

Su, salah seorang pelaku, saat diperiksa polisi mengatakan, uang palsu itu diperolehnya dari hasil upah kerja saat mendapat proyek bangunan di Jakarta. “ Uang ini saya peroleh dari seseorang yang bernama Waluyo. Dia membayar upah kepada saya dengan uang ini,” katanya.

Su pun mengaku dirinya tidak mengetahui bahwa uang itu palsu. “ Terus terang Pak saya tidak tahu uang itu palsu. Makanya, saya kaget juga setelah diperiksa polisi ternyata itu uang palsu,” pungkasnya. (Ntang/R2/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!