Walikota Sedih, Kasus HIV/AIDS Di Banjar Naik

09/04/2015 0 Comments
Walikota Sedih, Kasus HIV/AIDS Di Banjar Naik

Walikota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih, SIP., M.Si., saat melakukan pertemuan dengan kader PIKM se-Kota Banjar, bertempat di sekretariat Yayasan Mata Hati, dalam upaya penanggulangan dan pencegahan HIV-AIDS di Kota Banjar. Photo: Eva Latifah/HR

Banjar-20150407-01380

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Walikota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih, SIP., M.Si., mengaku sedih dengan angka kasus HIV di Kota Banjar yang terus meningkat. Terlebih di dalamnya terdapat kalangan anak remaja.

Namun, dirinya juga merasa bangga dengan pergerakan kader yang tanpa pamrih, mereka terus melakukan upaya-upaya penanggulangan dan pencegahan HIV-AIDS di masyarakat.

Hal itu diungkapkannya saat acara pertemuan dengan kader PIKM sebagai penggiat pencegahan HIV-AIDS di Kota Banjar, yang digelar di sekretariat Yayasan Mata Hati, Jl. Dipatiukur, Kel/Kec. Banjar, Selasa (07/04/2015).

Dalam pertemuan itu, para kader menceritakan berbagai pengalamannya ketika mereka bergerak di lapangan, terkait upaya penanggulangan dan pencegahan HIV-AIDS di masyarakat, baik dari segi kendala yang dihadapai maupun segi keberhasilannya.

“Hari ini saya sangat bangga sekaligus sedih. Saya sedih dengan angka kasus HIV yang terus meningkat, apalagi di dalamnya ada kalangan remaja, dan saya pun bangga karena kader telah bergerak tanpa pamrih,” tutur Ade Uu, yang juga sebagai Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Banjar.

Walikota juga mengaku, sangat gembira di Banjar ini ada penggerak-penggerak peduli HIV-AIDS, mulai dari kader, pihak Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), sampai media massa, semuanya telah bergerak agar kasus HIV di Kota Banjar tidak terus berkembang.

Bahkan, dirinya meminta kepada pihak Bappeda Kota Banjar, untuk memberikan fasilitas mobil operasional KPA, guna menunjang kelancaran pergerakan kader di masyarakat. Sehingga, ketika kader akan membawa pasien ODHA ke Rumah Sakit, mereka tidak lagi kebingungan mencari kendaraan.

Karena, sampai sekarang masih ada kepala desa yang enggan meminjamkan kendaraan operasional desa kepada warganya yang terindikasi HIV positif dengan alasan takut tertular. Meski Walikota sudah mengintruksikan kepada seluruh kepala desa/lurah, agar mobil tersebut digunakan untuk kepentingan warga yang sifatnya sosial, sesuai dengan aturan peruntukkannya.

“Untuk mobil operasional KPA, itu tahun depan, bukan sekarang. Kemudian, mengenai adanya kepala desa yang masih susah memberi pinjaman mobil untuk mengangkut pasien ODHA, itu karena mereka belum faham. Tapi kita harus terus mencoba memberikan pemahaman. Ibu juga akan memfasilitasi dan mengeksistensi untuk pergerakan kader di masyarakat,” ujarnya.

Ade Uu pun mengaku, jika dirinya ada waktu luang, ia siap ikut terjun ke lapangan bersama kader dalam berbagai kegiatan, seperti halnya kegiatan tes HIV melalui mobile clinic bersama komunitas beresiko tinggi.

Dirinya juga meminta agar pertemuan rutin dengan kader seperti ini terus dilakukan. Tujuannya agar masalah penanggulangan dan pencegahan HIV-AIDS di Kota Banjar dapat berjalan lancar. (Eva/Koran-HR)

Ikuti berita menarik lainnya di Harapan Rakyat Online melalui akun twitter: Koran Harapan Rakyat dan fans page facebook: Harapan Rakyat Online

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!