Diduga Berbuat Asusila, di Banjar Seorang Oknum Polisi Digrebek Warga

?????????????

Oknum polisi berinisial BDR (26), yang diduga telah berbuat mesum dengan seorang wanita warga Dusun Sindanggalih, tampak sedang dimintai keterangan oleh Kepala Desa Rejasari, Nanang Sunarya. Photo: Nanang Supendi/HR.

?????????????

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Seorang oknum anggota polisi digrebek warga di sebuah rumah di Dusun Sindanggalih, RT.07, RW.05, Desa Rejasari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Selasa (23/06/2015), sekitar jam 05.00 WIB.

Oknum polisi berpangkat Brigadir Satu (Briptu) dengan inisial BDR (29), digrebek warga karena diduga berbuat mesum dengan seorang wanita bukan muhrimnya berinisial IE (26), yang menempati rumah tersebut bersama ibunya bernama SMH.

Berdasarkan informasi yang dihimpun HR di tempat kejadian, diketahui bahwa oknum polisi itu bertugas di Polres Kota Tasikmalaya, dengan jabatan BA SPK II, dan berdomisili di Kampung Tejakalapa, RT.04, RW.02, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya.

Menurut keterangan dari Ketua RT.07, Dusun Sindanggalih, Arif, bahwa awal mula terjadinya penggerebekan, sebelumnya ada seorang warga yang mengetahui kedatangan oknum polisi tersebut ke rumah IE, dimana wanita itu merupakan warga setempat.

“Kedatangan oknum polisi itu Selasa subuh sekitar jam 02.30 WIB, dengan mengendarai mobil jenis Avanza warna hitam leter E. Akhirnya, setelah shalat subuh warga jadi banyak yang tahu mengenai hal itu, dan warga pun curiga. Sehingga sepakat untuk menggerebek oknum polisi bersama penghuni rumah itu. Saat masuk keduanya sedang duduk di dalam rumah,” terang Arif, kepada HR.

Meski diketahui keduanya tidak sedang berbuat mesum, namun warga setempat menduga mereka telah melakukan perbuatan asusila. Pasalnya, seorang pria bermalam dan tidur di rumah seorang wanita bukan muhrimnya.

Arif mengatakan, tuduhan warga bukan tanpa alasan, sebab sudah tiga hari oknum polisi itu datang ke rumah IE dengan cara sembunyi-sembunyi, dan selalu menginap. Makanya warga pun menaruh curiga keduanya berbuat mesum.

Selain itu, saat kedatangan BDR dihari sebelumnya, warga juga sudah curiga dan sempat mendatangi rumah IE, dan ternyata mereka sedang berduaan di dalam kamar. Warga pun meminta keduanya keluar, namun pada waktu itu hanya IE saja yang keluar menemui warga.

“Waktu itu kami hanya memberi pengertian agar menghargai lingkungan setempat, dan melapor kepada Ketua RT kalau memang bertamu dan menginap. Apalagi ini kan bukan pasangan resmi nikah. Saat itu oknum polisi tersebut menuruti dan pamitan pulang, bahkan berjanji tak akan mengulangi perbuatannya lagi,” tutur Arif.

Ketua RW.05, Adiantoro, mengatakan, kejadian sekarang ini merupakan bentuk kekesalan warga, karena keduanya tetap bandel. Terpaksa pihaknya dengan warga setempat melakukan penggerebekan lantaran keduanya dianggap telah melanggar norma sosial.

“Saya nyatakan keluarga ini sudah banyak bikin resah. Sering IE memasukan pria sampai nginap, bahkan bergonta-ganti pasangan. Kami warga sepakat meminta pemerintah desa dan aparat keamanan untuk memberi efek jera terhadap keluarga IE, agar jangan berani memasukan prialagi tanpa seizin lingkungan,” tegasnya.

Sedangkan, bagi oknum polisi tersebut, kata Adiantoro, warga berharap diberikan sanksi tegas sebagaimana mestinya oleh institusinya. Karena, seorang anggota polisi yang sepatutnya memberikan suri tauladan kepada masyarakat, tapi malah melanggar hukum.

Menanggapi kejadian itu, Kepala Desa Rejasari, Nanang Sunarya, menyayangkan perbuatan salah seorang warganya yang diketahui telah mengizinkan laki-laki bukan muhrim menginap di rumahnya. Apalagi saat ini bulan Ramadhan, semestinya diisi dengan lebih banyak melakukan amal kebaikan.

“Secepatnya keluarga ini akan kita bina dan diberi pemahaman bagaimana layaknya hidup bersosialisasi dengan lingkungannya, saling menghargai dan mentaati norma agama dan adat,” kata Nanang. (Nanks/R3/Koran-HR)