Musim Kemarau, Penjualan Pakan Ikan di Banjar Menurun

05/07/2015 0 Comments
Musim Kemarau, Penjualan Pakan Ikan di Banjar Menurun

Berbagai jenis pakan ikan yang tersedia di toko milik Rachmat, tampak masih menumpuk akibat sepi pembeli. Photo: Nanang Supendi/HR.

Berbagai jenis pakan ikan yang tersedia di toko milik Rachmat, tampak masih menumpuk akibat sepi pembeli. Photo: Nanang Supendi/HR.

Berbagai jenis pakan ikan yang tersedia di toko milik Rachmat, tampak masih menumpuk akibat sepi pembeli. Photo: Nanang Supendi/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Musim kemarau yang kini terjadi di sejumlah daerah, termasuk di Kota Banjar dan sekitarnya, berdampak terhadap menurunnya penjualan pakan maupun benih ikan. Salah satu pedagang pakan ikan dan ayam di Pasar Banjar, M. Rachmat Syarifudin, mengaku, penurunan itu dirasakannya dalam satu bulan terakhir ini.

“Ya agak lumayan sepi, tapi kalau untuk pakan ternak ayam masih normal,” kata Rachmat, yang juga pemilik toko Mustika Ternak, saat ditemui HR, Selasa (30/06/2015).

Menurut dia, penurunan itu diperkirakan lantaran sejumlah kolam ikan yang ada di daerah Banjar maupun di daerah lain, hampir semuanya mengalami kekeringan. Termasuk kolam ikan milik petani untuk sementara waktu dikeringkan.

Biasanya, lanjut Rachmat, saat musim penghujan, dalam setiap harinya pembeli pakan ikan berbagai jenis yang datang dari luar Banjar pun bisa mencapai puluhan ton. Meski begitu, namun stok pakan ikan di tokonya selalu mencukupi. Berbeda dengan saat ini, dimana stok pakan ikan masih menumpuk.

“Mudah-mudahan saja kondisi sulit seperti ini tidak akan berlangsung lama, karena kasihan juga para peternak ikan,” harap Rachmat.

Sementara itu, para peternak ikan berharap, dengan kondisi sulit seperti sekarang ini, pemerintah daerah memberikan perhatian lebih terhadap usaha mereka, misalnya melalui penyuluhan rutin, atau memberi bantuan benih maupun induk ikan.

Seperti diungkapkan Hartono, salah seorang petani ikan di Kelurahan Muktisari, Kecamatan Langensari. Dia mengaku, bibit ikan gurame miliknya yang biasa dipijahkan, saat ini diistirahatkan sementara waktu hingga menunggu musim hujan datang.

“Air mulai berkurang, dan bibit ikan sudah mulai ada yang mati. Karena memang cuacanya sekarang ini kalau siang panas, dan malam sangat dingin, jadi ikan tidak kuat,” tuturnya.

Menurut Hartono, kalau saja dipaksakan untuk meminjahkan ikan, maka resiko kematian sangat tinggi, dan tentu akan sangat merugikan. Tapi untuk ikan ukuran besar dianggap masih aman. (Nanks/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!