FTK: Dana KUR di Ciamis Diselewengkan ke Pengusaha Besar

12/08/2015
FTK: Dana KUR di Ciamis Diselewengkan ke Pengusaha Besar

Massa Front Transparansi Keadilan (FTK) Ciamis saat menggelar aksi demontrasi di halaman kantor Kejaksaan Negeri Ciamis, Selasa (11/08/2015). Foto: Dian Sholeh Wardiana/HR

FTK: Dana KUR di Ciamis Diselewengkan ke Pengusaha Besar

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Front Transparansi Keadilan (FTK) Ciamis mengendus adanya dugaan penyelewengan pada penyaluran program bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dikucurkan Bank Negara Indonesia (BNI) 1946 ke sejumlah pengusaha di Kabupaten Ciamis.

Pernyataan itu disampaikan saat mereka menggelar aksi demontrasi di halaman kantor Kejaksaan Negeri Ciamis, Selasa (11/08/2015).

Menurut mereka, pada realisasi program yang diperuntukan bagi pengusaha kecil itu justru malah disalurkan kepada para pengusaha besar. Mereka pun menuding ada permainan antara pihak bank dengan pengusaha yang mendapat bantuan tersebut.

Koordinator Aksi, Ujang Haeruman dalam orasinya, meminta Kejaksaan Negeri Ciamis agar mengusut tuntas kasus dugaan penyalahgunaan dana KUR di Ciamis pada tahun 2013 silam dengan nominal Rp 7,5 Milyar. Menurutnya, penyaluran bantuan KUR di Kabupaten Ciamis hingga tahun ini sudah terserap semakin besar atau berada di kisaran Rp 40 Milyar.

“Kami menduga ada permainan dalam penyaluran dana bantuan ini. Karenanya, kami meminta agar kejaksaan menulusuri seluruh penyaluran dana KUR di Ciamis,” tegasnya.

Selain itu, lanjut Ujang, pihaknya pun meminta kejaksaan untuk melakukan pengawasan terhadap bank-bank lainnya di Ciamis yang memiliki kewenangan menyalurkan dana KUR. Hal itu sebagai bentuk pencegahan agar tidak terjadi penyimpangan seperti kasus sebelumnya.

“Pemkab dan DPRD Ciamis pun harus turun tangan dan proaktif meluruskan permasalahan ini. Karena program ini digulirkan untuk membantu permodalan para pengusaha kecil. Tetapi, dalam realisasinya program ini diduga tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan,” tandasnya.

Pihaknya, kata Ujang, justru miris dengan kondisi yang terjadi saat ini, dimana dana KUR malah disalahgunakan penyalurannya yang malah diambil oleh para pengusaha besar.

“Kami datang ke sini untuk mendorong kejaksaan agar peka terhadap permasalahan yang menyangkut rakyat kecil. Karena akibat adanya penyalagunaan ini membuat pengusaha kecil justru dipersulit mendapat bantuan KUR,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Ciamis, Handoko Setyawan SH, MH, mengatakan, penanganan kasus dugaan penyahgunaan KUR kini masih ditangani oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar. Pihaknya, lanjut dia, hanya bisa menyampaikan aspirasi yang disampaikan FTK ke Kejati Jabar.

“Namun, kami pun tetap berkoordinasi dengan Kejati untuk memantau perkembangan penanganan kasus KUR tersebut. Jika nanti seandainya kasus KUR dilimpahkan oleh Kejati kepada kami, pastinya kami pun siap menangani kasus tersebut hingga tuntas,” ungkapnya.

Sementara itu, massa FTK sebelumnya melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Bank BNI 1946 Ciamis. Usai dari sana, masa langsung bergerak ke kantor Kejaksaan Negeri Ciamis dan dilanjutkan dengan melakukan audiensi. (DSW/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles