Kesenian “Kuda Bajir’ Panjalu Ciamis Mulai Digandrungi

Bupati Ciamis, H. Iing Syam Arifin bersama Wakil Bupati H. Jeje Wiradinta, sedang menunggang kuda bajir pada acara hari jadi Kabupaten Ciamis di Astana Gede Kawali, beberapa waktu lalu. Photo: Dokumentasi

IMG-20150610-00140

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Kesenian Tradisional Kuda Bajir hasil kreasi warga Dusun Neglasari, Desa Hujungtiwu, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, kini tak hanya pentas pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia saja, tapi kerap juga pentas pada acara hajatan warga.

Endang, pengurus Kesenian Tradisional Kuda Bajir, ketika ditemui Koran HR, pekan lalu, di rumahnya, menjelaskan, kesenian tradisional Kuda Bajir merupakan ide masyarakat yang awalnya hanya sebagai karasmen untuk memeriahkan hari kemerdekaan pada tahun 1992. Menurut dia, Karasmen itu ternyata memiliki daya tarik tersendiri, karena dibarengi tetabuhan dan ibing pencak silat.

Memed, anggota pengurus Kesenian Tradisional Kuda Bajir, mengatakan, Kesenian Kuda Bajir konon ada kaitannya dengan kerajaan galuh. Menurut cerita, pada jaman kerajaan kesenian ini kerap dijadikan hiburan pada acara pesta bumi.

“Sehingga, meski kuda bajir hanya terbuat dari bambu, memiliki siloka tersendiri. Jumlah tali yang mengikat di bagian kuda juga memiliki makna, kebersamaan sehingga terjalin kekuatan. Begitu juga Payung yang digunakan memiliki nilai filosopi yang luas,” katanya.

Lebih jauh Memed menjelaskan, kedua kuda itu memiliki nama yang jantan, yaitu Kencana Putri dan Indra Pawana. Namun, masyarakat setempat menamakannya kuda bajir, dengan alasan karena bentuk tubuhnya besar dan tinggi.

Oni Sahroni, sesepuh setempat, menambahkan, kesenian kuda bajir hanya ada di Desa Hujungtiwu. Kesenian ini kerap digelar pada acara hiburan hajatan khitanan maupun pernikahan.

Menurut Oni, saat ini rombongan Kesenian Tradisional Kuda Bajir dipinpin oleh Momong Juanda yang kini tinggal di Kota Bandung. Menurut dia, awal yang hanya sebagai karasmen hiburan pada acara agustusan, kesenian kuda bajir asal Desa Hujungtiwu sudah mulai dikenal.

“Bahkan bupati dan Wakil Bupati Ciamis sendiri pernah menungganginya pada acara hari jadi Kabupaten Ciamis. Alhasil. Kesenian ini memiliki potensi untuk dikembangkan atau dipromosikan. Namun, sayangnya group seni kuda bajir terbentur biaya,” pungkasnya. (dji/Koran-HR)

Loading...