Belum Bayar Pajak, 70 Reklame di Banjar Terancam Ditertibkan

13/11/2015 0 Comments
Belum Bayar Pajak, 70 Reklame di Banjar Terancam Ditertibkan

Ilustrasi. Foto: Ist/Net

Papan Reklame Ilegal di Pangandaran akan Ditebang Habis

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Banjar, akan melakukan penertiban terhadap reklame yang belum memperpanjang izin atau telat membayar pajak.

Kepala Bidang Pendapatan DPPKAD Kota Banjar, Drs. Maman, menyebutkan, berdasarkan catatan administrasi awal November ini, ada sekitar 70 reklame yang terpasang di wilayah perkotaan belum memperpanjang izin atau telat membayar pajak.

“Tentu kami akan melakukan penertiban dan melakukan pembongkaran, jika segala ketentuan tak ditaati sebagaimana aturan daerah yang berlaku,” katanya, kepada HR, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (10/11/2015).

Upaya tersebut perlu dilakukan agar memberikan efek jera bagi wajib pajak yang membandel. Selain itu, juga untuk mendongkrak atau memenuhi target PAD dari reklame. Tahun 2015 ini, target pajak reklame sebesar Rp.282.500.000, dan sudah terealisasi 90,79 persen atau Rp.256.481.750.

Menurut Maman, untuk memenuhi target yang hanya tinggal dua bulan lagi hingga akhir tahun 2015 ini, maka hal tersebut perlu dilakukan. Namun, pihaknya pun optimis target akan terpenuhi tepat waktu, bahkan jumlahnya bisa melebihi dari target.

Sementara itu, Kasi. Penetapan dan Keberatan Bidang Pendapatan DPPKAD Kota Banjar, Heri Safari, menambahkan, penertiban akan dilakukan terhadap reklame yang masanya sudah habis dan harus diperpanjang.

“Agar tidak ditertibkan dan dirobohkan secara paksa, jelas pengusaha reklame perlu meningkatkan kesadaran wajib pajak untuk melaksanakan kewajibannya. Jika menunggak, maka pemberlakuan sanksi denda diberlakukan, yaitu dua persen per bulan dari harga pokok pajak,” jelasnya.

Selain memberikan sanksi denda, pihaknya terlebih dahulu akan memberikan sanksi teguran kepada wajib pajak yang belum melunasi kewajibannya. Apabila sanksi tersebut tidak juga ditanggapi, maka pihaknya akan melakukan pemanggilan pengusaha reklame yang bersangkutan.

“Jika panggilan itu tak digubris juga, maka terpaksa reklame tersebut akan ditertibkan. Rencananya dalam minggu-minggu ini penertibannya,” tegas Heri. (Nanks/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!