Polsek Banjarsari Ciamis Bekuk Spesialis Pencuri Barang Sekolah

Aksi penangkapan pelaku pencurian komputer dan TV milik SDN 2 Langkapsari oleh Satreskrim Polsek Banjarsari. Photo: Suherman/ HR

Polsek Banjarsari Ciamis Bekuk Spesialis Pencuri Barang Sekolah

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Propinsi Jawa Barat, berhasil membekuk tiga pelaku pencurian komputer di SDN 2 Langkapsari, Kecamatan Banjarsari, Senin sore (23/11/2015).

Kapolsek Banjarsari, Deni SY, didampingi Panit 1 Reskrim Polsek Banjarsari, IPDA. Dahlan, ketika ditemui Koran HR, Senin (23/11/2015), membenarkan penangkapan tiga orang pelaku pencurian komputer.

Deni menjelaskan, ketiga pelaku diantaranya Eg (19), DS (16) dan YP (15), merupakan warga Dusun Karangmulya RT 23/ RW 05, Desa Langkapsari. Ketiganya berhasil ditangkap di rumah masing-masing.

“Penangkapan ketiga pelaku ini hasil dari pengembangan kasus pencurian yang terjadi di SDN 2 Langkapsari sebulan lalu. Hasil dari penyelidikan, kami menduga pelaku yang membobol sekolah masih orang dekat dan pemain lama yang sering mencuri ke sekolah-sekolah. Benar saja, pelaku ternyata masih orang sekitar sekolah,” katanya.

Lebih lanjut, Deni menjelaskan, pelaku pencurian sebenarnya berjumlah empat orang. Diantaranya BS, Eg (19), DS (16) dan YP (15). DS dan YP masih dibawah umur, sedangkan BS yang diduga menjadi otak aksi kejahatan masih dalam pengejaran pihak kepolisian.

Dari ketiga pelaku, kata Deni, pihaknya berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit komputer (CPU, Monitor dan Printer), serta satu buah TV LCD 32 inchi. Barang bukti berupa CPU dan Monitor disembunyikan pelaku di langit-langit rumah nenek Eg (19), sedangkan Printer di rumah teman Eg, di Mangunjaya.

“Kami juga mengamankan satu unit Play Station yang diduga hasil kejahatan. Sementara TV LCD berhasil kami amankan dari warga Kubangpari, Desa Cibadak,” terangnya.

Ena (27), warga Kubangpari, saat dimintai keterangan oleh petugas, mengaku tidak mengetahui bahwa TV LCD yang dibelinya itu merupakan hasil kejahatan. Dia mengaku membeli TV LCD tersebut dari pelaku seharga Rp 900 ribu.

“Saya tidak tahu kalau TV itu hasil curian. Dia menawarkannya, dan saya membelinya, seharga Rp. 900 ribu,” ucapnya.

Sementara itu, Eg (19), saat ditemui HR di balik jeruji, mengaku menyesali perbuatannya. Eg mengaku sudah menghabiskan uang hasil kejahatannyan untuk membeli minuman keras. Pada kesempatan itu, Eg juga mengaku diajak BS untuk mencuri di SDN 2 Langkapsari.

“Saya dan BS masuk ke sekolah dengan cara mencungkil jendela. Sementara DS dan YP ditugaskan untuk mengawasi situasi. Uang penjualan TV saat itu juga saya habiskan untuk membeli minuman dan rokok,” katanya. (Suherman/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA