Warga Binaan Lapas Banjar Terus Berkarya Meski Dalam Penjara

Warga Binaan Lapas Banjar Terus Berkarya Meski Dalam Penjara

Kasubsie. Bidang Administrasi dan Orientasi, sekaligus PLH Kasubsie. Pembinaan Lapas Kelas III Banjar, Bambang Febriansyah, saat melihat salah seorang warga binaan yang sedang menyelesaikan lukisannya. Photo: Hermanto/HR

Lapas Banjar edit

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Sejumlah warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Kota Banjar, kini mempunyai kreatifitas baru. Selain bercocok tanam dan berternak unggas, mereka juga menjalani kreatifitas di bidang seni lukis. Hasilnya pun tak kalah dari para pelukis-pelukis profesional.

Ketika Koran HR mengunjungi ke ruang Bimbingan Kerja (Bimker) Lapas Banjar, Senin (23/11/2015), pekan lalu, sejumlah warga binaan tampak serius menyalurkan kreatifitasnya dengan melukis di atas kain kanvas yang telah disediakan pihak Lapas.

Jenis lukisannya natural, seperti lukisan pesta panen, binatang harimau, Presiden RI pertama, Ir. Soekarno, dan lain-lain, serta membuat kaligrafi. Para warga binaan tersebut mulai melukis sejak bulan Agustus 2015 lalu.

Meski waktunya baru empat bulan, namun lukisan-lukisan hasil karya warga binaan ini sudah banyak yang pesan. Bahkan, untuk sebuah lukisan kaligrafi Ayat Kursi yang timbul dan dapat memantulkan cahaya sudah laku terjual kepada seorang kolektor lukisan asal Majalengka, Jawa Barat.

Nana Suryana, selaku warga binaan sekaligus sesepuh bidang seni di Lapas Banjar, mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan sebagai bentuk upaya untuk meningkatkan dan mengembangkan kreatifitas narapidana pada bidang seni, khususnya seni lukis.

“Selain untuk mengisi kekosongan waktu, kami memang sering melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya positif serta bermanfaat. Kini kami mencoba untuk berkreasi baru melalui seni lukis, hal ini  untuk mengasah keterampilan kami sebagai warga binaan. Walaupun di dalam penjara, tapi kami terus berkarya,” tutur Nana, kepada HR, saat ditemui disela-sela kegiatannya.

Hal serupa diungkapkan Ano, warga binaan lainnya. Menurut dia, pada dasarnya semua orang memiliki keterampilan melukis sejak kecil. Asalkan mendapat bimbingan, maka para napi bisa belajar melukis atau menyalurkan bakat seninya, serta diberi kebebasan berekspresi untuk melukis sesuai dengan gaya dan kesukaannya.

“Selain untuk menyalurkan bakat seni, kegiatan seperti ini membuat kami bisa mengalihkan pikiran dari hal-hal negatif selama berada di Lapas,” ucap Ano.

Kepala Lapas Kelas III Kota Banjar, Ika Yusanti, melalui Kasubsie. Bidang Administrasi dan Orientasi, sekaligus PLH Kasubsie. Pembinaan, Bambang Febriansyah, mengatakan, kegiatan melukis ini merupakan program pembinaan bagi warga binaan.

Menurutnya, dengan kegiatan tersebut, para napi dapat mengaktualisasikan diri dan berpartisipasi aktif ketika mereka nanti sudah kembali berada di tengah masyarakat.

“Dengan melukis, mereka dapat mengolah rasa dan menjaga hubungan baik dengan warga binaan lainnya maupun para petugas Lapas. Rasa persaudaraan inilah yang selalu dijaga, sehingga tertanam pada diri setiap warga binaan. Mereka bagian dari masyarakat yang akan kembali ke tengah-tengah masyarakat,” kata Bambang. (Hermanto/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles