Warga Khawatir TPT Jalan Panawangan Ciamis Ambruk

Warga Khawatir TPT Jalan Panawangan Ciamis Ambruk

Timbunan tanah pada Tembok Penahan Tebing (TPT) di Dusun Gardu, Desa Nagarapageuh, amblas. Hal itu juga mengakibatkan badan jalan mengalami keretakan. Photo : Eji Darsono/ HR

IMG_0448 edit

Berita Ciamis , (harapanrakyat.com),-

Warga Dusun Gardu, Desa Nagarapageuh, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, Propinsi Jawa Barat, khawatir, Tembok Penahan Tebing (TPT) yang baru rampung dibangun di wilayah itu ambruk. Pasalnya, saat ini kondisi tanah yang digunakan untuk menimbun TPT sudah amblas dan mengakibatkan keretakan pada ruas jalan.

Eman, warga Dusun Gardu RT 23 RW 06, ketika ditemui Koran HR, pekan lalu, membenarkan keretakan yang terjadi pada ruas jalan. Dia menduga hal itu terjadi akibat kontur tanah labil. Selain itu, timbunan tanah yang digunakan untuk menutupi TPT tidak padat.

“Keretakan pada bagian jalan itu terjadi minggu lalu,” katanya.

Deni, warga lainnya, ketika ditemui Koran HR, Minggu (22/11.2015), menuturkan, meski TPT terlihat kokoh, tapi dia khawatir intensitas hujan yang saat ini mulai tinggi justru akan merobohkan bangunan TPT.

“Apabila terus diguyur hujan, dapat dipastikan TPT tidak akan kuat menahan beban,” katanya.

Kepada Koran HR, Deni menjelaskan, TPT tersebut berada di jalur kabupaten dan kerap dilalui kendaraan roda dua dan empat. Terlebih, banyak juga kendaraan berat yang melewatinya.

“Seandainya tidak segera ditangani, saya khawatir, keretakan pada ruas jalan akan meluas dan TPT pun ambruk,” katanya.

Kaur Ekbang Desa Nagarapegeuh, Endang Suherlan, ketika dihubungi Koran HR, Senin (23/11/2015), membenarkan keretakan yang terjadi pada ruas jalan kabupaten tersebut. Dia juga tidak menyangkal kondisi timbunan tanah pada bangunan TPT tersebut.

“Timbunan tanah itu amblas sekitar setengah meter. Dan keretakan pada ruas atau badan jalan mencapai sekitar 6 meter,” ujarnya.

Sementara itu, sumber Koran HR yang enggan disebutkan namanya, menuturkan, amblas dan keretakan yang terjadi pada jalan tersebut dipicu lantaran kendaraan bermuatan berat yang melintas di kawasan itu.

“Hampir setiap wilayah di Kecamatan Panawangan rawan longsor. Pembangunan TPT itu tidak lain justru sebagai proteksi agar tebing tersebut terhindar dari longsor,” ucapnya. (dji/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles