Ekonomi Menjadi Penyebab Tingginya Perceraian di Kota Banjar

Ekonomi Menjadi Penyebab Tingginya Perceraian di Kota Banjar

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Pengadilan Agama Kota Banjar mencatat, faktor ekonomi menjadi penyebab tingginya angka perceraian di Kota Banjar tahun 2015.

Seperti disampaikan Panitera Muda (Panmud) Hukum Pengadilan Agama Kota Banjar, Dra. Yeyen Haryani, selain faktor ekonomi, ketidakharmonisan dalam sebuah hubungan pernikahan menjadi faktor terbesar kedua.

Yeyen menjelaskan, sepanjang tahun 2015, perkara perceraian di Kota Banjar mencapai 940 perkara. 60 perkara tidak ada tanggung jawab suami. 31 perkara karena gangguan pihak ketiga. 285 perkara akibat ketidakharmonisan. 4 perkara akibat kecemburuan dan 557 perkara perceraian faktor ekonomi.

“Umur pasangan yang rentan itu rata-rata usia produktif antara 21 tahun hingga 30 tahun. Sedangkan diumur 31 hingga 40 tahun, itu merupakan angka tertinggi terjadinya perceraian” ujarnya kepada HR Online, Rabu (27/01/2016).

Usia muda yang rawan perceraian, imbuhnya, disebabkan masih labilnya pemikiran dan kedewasaan yang dimiliki oleh pelaku pernikahan. Sejumlah 306 perkara yang dilaporkan oleh pasangan antara usia 21-30, dan usia 31-40 berjumlah 397 pelapor. 

Menanggapi hal itu, Anggi Wiyogo (22) pemuda Desa Waringinsari mengatakan, untuk menekan angka perceraian karena faktor ekonomi, pemerintah harus mendorong para pemuda untuk mendapatkan penghasilan yang layak.

“Yaitu melalui penyediaan lapangan kerja yang ada di Kota Banjar. Selain itu, pemuda juga harus diberikan keterampilan supaya memiliki daya saing tinggi,” ucapnya. (Muhafidz/R5/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles