Ini 36 Situs Cagar Budaya di Ciamis yang Sudah Dapat Legalitas

Ini 36 Situs Cagar Budaya di Ciamis yang Sudah Dapat Legalitas

Situs Budaya Kampung Kuta, Tambaksari Ciamis. Foto: Ist/Net

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kabupaten Ciamis, Drs. H. Dudung, S.Ip.,MM, mengungkapkan, dari 133 cagar budaya yang terdata, hanya 36 diantaranya yang sudah diakui atau mendapat legalitas dari Pemkab Ciamis.

“36 cagar budaya yang sudah mendapat legalitas itu, yakni yang sudah didalami fakta sejarahnya bersama ahli sejarah, budayawan dan warga sekitar cagar budaya tersebut. Sementara sisanya masih dalam kajian,” ujarnya, kepada Koran HR, pekan lalu. [Berita Terkait: Kabupaten Ciamis Punya 133 Situs Cagar Budaya]

Dudung mencatat, selama tahun 2015, sebanyak 23 cagar budaya peninggalan kerajaan masa lalu yang sudah didalami fakta sejarahnya.

“Tahun 2014, Bidang Kebudayaan dialihkan dari Dinas Parawisata ke Dinas Pendidikan. Saat peralihan itu, kami menerima data dari Dinas Parawisata bahwa ada 13 cagar budaya di wilayah Kabupaten Ciamis yang sudah diakui. Dengan adanya penambahan 23 cagar budaya baru, kini jumlah menjadi 36,” pungkasnya.

Berikut ini 36 Cagar Budaya di Ciamis yang sudah mendapat legalitas:

Data Cagar Budaya limpahan dari Dinas Parawisata: Astana Gede Kawali, Karangkamulyan, Gunung Padang, Batu Tulis Citapen, Situ Lengkong, Bumi Alit, Situs Garahan, Situs Batu Tulis, Kampung Adat Kuta, Gunung Susuru dan Keramat Situ Gede.

Data Cagar Budaya hasil pendataan Dinas Pendidian dan Kebudayaan Ciamis: Kalap Kuning Lakbok, Kapunduhan Hutan Larangan Panjalu, Makom Keramat Gunung Tilu Panumbangan, Situs Cagar Budaya Bojong Malang Cimaragas, Keramat Seda Suci Cihaurbeuti, Umbu Leuit, Situs Bojong Galuh, Situs Prabudimuntur Kertabumi, Situs Samida, Kramat Situ Gede, Situs Pangrumasan, Makom Pakuncen Ciamis, Situs Gunung Galuh Ciamis, Makom RAA Imbangara, Situs Jagabaya, Makom RAA Wiradikusuma, Makom Gandaria, Situs Paniisan, Kawasan Batu Tumpang, Curug Panganten Rancah, Asta Sanghyang Samida Rajadesa, Kadaleman Kawasen Banjarsari. (es/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles