Anggaran Belum Cair, Pamong Desa di Ciamis ‘Kalang Kabut’

Ilustrasi. Foto: Ist/Net

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Sejumlah pamong desa di wilayah zona empat merasa kurang nyaman berada di bulan-bulan awal tahun 2016. Pasalnya, setiap menghadapi bulan-bulan awal tahun, sumber keuangan untuk desa selalu tersendat. Bahkan, sebuah istilah muncul di kalangan mereka. Istilah itu adalah bulan pailitnya pamong desa.

Kepala Desa Cikupa, Kecamatan Banjaranyar, Endi Supendi, saat dihubungi Koran HR, Selasa (15/02/2016), mengatakan, sudah menjadi hal yang biasa bila para pamong desa selalu merasa lemah di bulan-bulan pertama awal tahun.

Endi menuturkan, di bulan-bulan pertama awal tahun tidak ada anggaran pembangunan yang turun. Akibatnya, jangankan untuk kegiatan pembangunan, untuk mencukupi kebutuhan alat tulis kantor (ATK) saja pihaknya ‘kalang kabut’.

“Setiap kali masuk awal tahun, pastilah akan seperti ini, kelabakan untuk mencari dana talang. Karena kebutuhan desa kan tetap ada setiap harinya, sementara ADD belum turun, ditambah lagi upah pamong desa berupa penghasilan tetap (siltap) juga belum cair,” kata Endi.

Endi menambahkan, dengan adanya kondisi seperti ini banyak diantara para pamong desa yang mengalami kolap. “Bagaimana tidak kolap, pamong desa itu penghasilan hanya dari Siltap, sementara Siltapnya belum pada cair, yang paling kebingungan adalah staff desa yang mempunyai pinjaman, mereka harus banting stir mencari pinjaman lain, jika ke ban mah masih mending tidak akan dikejar-kejar setoran,” katanya. (Suherman/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar