Banjar Kota Transit, Pemkot Harus Perkuat Sektor Perdagangan

Kawasan perkotaan Kota Banjar. Foto: Ist/Net

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Banyak tantangan bagi negara Indonesia, kesadaran berbangsa dan bernegara selayaknya dipahami secara menyeluruh oleh pemerintah maupun rakyatnya. Dalam sebuah negara, khusunya Indonesia, semua elemen harus melaksanakan fungsinya masing-masing dengan pedoman dasar UU 1945 dan Pancasila.

Hal itu ditegaskan Wakil Ketua DPRD Kota Banjar, Nana Suryana, kepada Koran HR, Selasa (23/02/2016) lalu. Dia mengatakan, jika menilik tiga konsep Bung Karno, yakni berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi serta berkepribadian dalam budaya, maka ketiganya merupakan gagasan cemerlang yang harus diilhami oleh bangsa Indonesia.

“Tidak semua orang faham konsep berbangsa dan bernegara. Namun, saya yakin mereka melakukannya dengan jalan pikiran masing-masing, tanpa menghilangkan dasar negara mereka yang paling utama,” katanya.

Menurut Nana, saat ini kesadaran dalam memahami sebuah bangsa dan negara semakin menurun. Itu dibuktikan dengan sedikitnya gerakan gotong-royong yang dilakukan oleh masyarakat. Namun, gejolak yang terjadi, khususnya di Kota Banjar, masih dalam kategori kondusif.

Dirinya menilai, kondisi Kota Banjar semakin hari semakin maju, walaupun beberapa tahun kebelakang sempat mengalami trend penurunan, dan harus bisa membangkitkan potensi daerah yang dimiliki oleh Kota Banjar.

Secara Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yakni kesehatan, pendidikan serta daya beli masyarakat, Kota Banjar memang sudah melaju pesat. Tetapi, pada sektor daya beli masyarakat masih perlu ditingkatkan.

“Sektor kesehatan di Kota Banjar cukup bagus, dengan bukti semua level masyarakat dapat merasakan manfaatnya. Kemudian, sektor pendidikan sudah diprioritaskan wajib belajar 12 tahun. Walapun para pelajar yang telah selesai lebih nyaman menyalurkan keahliannya di daerah lain. Namun yang terpenting, minat daya beli masyarakat Banjar harus ditingkatkan,” tegasnya.

Peningkatan minat daya beli masyarakat perlu diambil sebagai peluang yang harus diprioritaskan oleh pemerintah. Pembangunan fisik kota yang merata sebagai modal awal majunya pertumbuhan ekonomi masyarakat. Untuk itu, sektor perdagangan harus didorong oleh Pemerintah Kota Banjar sebagai ciri khas kota transit.

Karena, Kota Banjar cocoknya di sektor perdagangan, bukan bidang pertanian. Luas wilayahnya mencapai 13.197 hektare akan lebih maskimal ketika menuju Kota Agropolitan diartikan bukan sebagai produsen pertanian, tapi sebagai kota distributor yang dapat menyalurkan segala produk pertanian dari berbagai daerah dengan pengemasan yang baik.

“Saya harap, hari jadi Kota Banjar ke-13 tahun ini, harus berpikir leading sektor mana yang paling sesuai dengan iklim Banjar, yakni iklim perdagangan bukan pertanian. Makanya Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi harus diperkuat sebagai solusi yang paling efektif untuk kemajuan Kota Banjar kedepan,” pungkas Nana. (Muhafidz/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA