Belum Diatur, Pedagang Muktisari Banjar Sudah Kapling Los Sendiri

Pedagang sudah mengapling sendiri los/kios sementara di sepanjang jalan irigasi, padahal sampai saat ini belum ada teknis pengaturan penempatan los/kios sementara. Photo : Nanang Supendi/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Pedagang pasar Muktisari Kec. Langensari, Kota Banjar, sudah mulai mengapling los/kios sementara di sepanjang jalan irigasi sebagai tempat relokasi sementara. Padahal, sampai saat ini belum ada teknis pengaturan penempatan los/kios sementara.

Dari pantauan HR Online di lapangan, Kamis (04/02/2016), pedagang buru-buru memilih lokasi sendiri, dan sudah memasang lapak sendiri dengan menggunakan tali rafia sebagai batas lebar dan luas lapak, serta diberi nama bahkan ada yang langsung membangun los.

[ Berita terkait : Pemkot Banjar Segera Revitalisasi Pasar Muktisari, Pedagang Siap-Siap Direlokasi ]

Namun, ada juga pedagang yang belum berani memilih lokasi sendiri, karena menunggu aturan penempatan. Terlebih biasanya hal tersebut dilakukan pengundian oleh panitia, agar tertib dan adil.

“Banyak pedagang sudah pilih lokasi los dan diberi ciri,” tukas pekerja yang sedang bangun los, Emis.

Ditanya kenapa sudah pilih lokasi los, dirinya tak tahu menahu. Dia mengaku hanya disuruh salah satu pedagang untuk membuat los ini.

[ Berita terkait : Revitalisasi Pasar Muktisari Banjar, Pedagang Tak Dapat Biaya Relokasi ]

Sementara pedagang lain yang tidak memilih lokasi, Toha, sepulang berdagang dari pasar Bojongkantong merasa heran dan kaget, ketika melintas di area relokasi pasar Muktisari sudah dikapling.

“Kalau begini tidak benar, karena belum jelas aturan penempatan los sementara,” ucapnya.

Apalagi, imbuhnya, biasanya pembuatan petak lokasi los dibuat oleh panitia relokasi. Selanjutnya panita melakukan pengundian penempatan los.

“Seperti ini yang terjadi tidak tertib. Seolah belum juga dimulai revitalisasi pasar, pedagang tidak tertib,” katanya.

Untuk itu, dirinya meminta instansi terkait dan panitia turun untuk menertibkan dan segera dibuat aturan seadil-adilnya. (Nanks/R5/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar