Blok Liposos Pangandaran Akan Dijadikan Obwis Danau Buatan

 

Pemerintah memiliki rencana untuk menjadikan areal pesawahan di Blok Liposos Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang sebagai objek wisata danau buatan terbesar di Indonesia. Photo : Entang Saeful Rachman/ HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangandaran, Iwan M Ridwan, Drs.,M.Pd., ketika ditemui Koran HR, Selasa (09/02/2016), mengungkapkan, pemerintah memiliki rencana untuk menjadikan areal pesawahan di Blok Liposos Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang sebagai objek wisata danau buatan terbesar di Indonesia.

Iwan menuturkan, setiap kali memasuki musim penghujan, areal pesawahan di Blok Liposos Ciganjeg kerap dilanda banjir. Menurut dia, banjir yang melanda kawasan itu sudah terjadi sejak wilayah itu masih bergabung dengan Ciamis.

“Kami (Legislatif dan Eksekutif) akan melakukan komunikasi untuk yang satu ini. Kami akan mengajukan kawasan tersebut dijadikan kawasan obyek wisata baru dengan membangun sebuah danau besar dan atau rest area untuk wisatawan. Tapi untuk merealisasikan hal itu dibutuhkan waktu dan keuangan yang mencukupi,” kata Iwan.

Iwan menegaskan, bila rencana itu terwujud, objek wisata danau buatan itu menjadi salah satu danau terbesar di Indonesia. Objek wisata itu akan ditata dan didesain seindah mungkin agar menarik kunjungan wisatawan.

Kepada Koran HR Iwan menjelaskan, areal lahan yang akan digunakan untuk pembangunan Objek Wista Danau Buatan itu mencapai sekitar 350 hektar. Bahkan menurut dia, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyambut baik rencana tersebut.

“Hal itu mengingat Kabupaten Pangandaran adalah Kabupaten Pariwisata. Pemerintah Daerah provinsi Jawa Barat juga akan berusaha mempercantik Kabupaten Pangandaran,” kata Iwan.

Iwan menambahkan, untuk membangun objek wisata danau buatan di Padaherang diperlukan dukungan semua pihak, terutama para pemilik lahan sawah di Blok Liposos Ciganjeng. Pembangunan objek wisata itu akan menjadi salah satu solusi untuk menjawab musibah banjir yang selalu melanda petani.

“Pemerintah akan memanggil semua petani pemilik lahan. Pemerintah akan memberikan dua opsi kepada mereka. Bila pembangunan objek wisata direalisasikan, pemerintah menawarkan kepada pemilik lahan tentang kepemilikan saham atau tanah mereka jual kepada pemerintah,” ucapnya. (Ntang/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA