BPJS Kesehatan Banjar Buka Posko Pangaduan

Konferensi pers BPJS Kesehatan Kota Banjar terkait Posko Pemantauan dan Penanganan Pengaduan Distribusi Kartu Indonesia Sehat-Penerima Bantuan Iuran (KIS-PBI), di ruang rapat kantor BPJS Kesehatan Banjar, Rabu (03/02/2016). Photo : Nanang Supendi. HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Kota Banjar, sudah membentuk Posko Pemantauan dan Penanganan Pengaduan Distribusi Kartu Indonesia Sehat-Penerima Bantuan Iuran (KIS-PBI), awal Januari 2016.

“Posko tersebut berfungsi untuk memantau distribusi KIS-PBI yang sudah 100% diserahkan BPJS Kesehatan pada pihak ke-3, yaitu PT.POS, JNE dan Mitra BPJS Kesehatan, guna memastikan apakah kartu tersebut sudah sampai atau belum ke peserta eks Jamkesmas sesuai data masterfile,” jelas Kepala BPJS Kesehatan Kota Banjar, dr. Agus, saat konferensi pers di ruang rapat kantornya, Rabu (03/02/2016).

Posko itu dibentuk sebagai langkah antisipasi BPJS Kesehatan dalam memberikan pelayanan bagi peserta KIS-PBI.

“Termasuk menampung pengaduan yang dimungkinkan atau berpotensi masalah, seperti peserta pindah domisili, meninggal dunia atau peserta yang sudah tidak miskin lagi,” ungkapnya.

Agus menjelaskan, jumlah peserta KIS-PBI di wilayah kantor BPJS Kesehatan Banjar, meliputi Kab. Ciamis, Kota Banjar dan Pangandaran sebanyak 626.931 jiwa.

Sementara berdasarkan SK Mensos No.169/HUK/2015, tentang penetapan penghapusan dan penggantian, di KC Banjar ada 16.689 jiwa, diantaranya Kab. Ciamis sebanyak 11.978 jiwa, Kota Banjar 3.638 jiwa dan Kab. Pangandaran 1.073.

Agus menghimbau, bagi masyarakat yang namanya sudah dinonaktifkan atau dihapus sebagai peserta KIS-PBI untuk menjadi peserta JKN-KIS non PBI dengan mendaftarkan diri kembali ke kantor BPJS Kesehatan.

Pihaknya pun menekankan bahwa penerima KIS-PBI tidak dipungut biaya distribusi. “Apabila terdapat pungutan biaya, agar segera melaporkan ke Posko Pemantauan dan Penanganan Pengaduan Distribusi KIS-PBI,” tegasnya. (Nanks/R5/HR-Online)

KOMENTAR ANDA