BPLH Pangandaran Nyatakan PT PECU Tidak Cemarkan Limbah Berbahaya

Warga Dusun Cipari, RT 04 RW 02, Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat, memprotes limbah pabrik PT. Pacific Eastern Coconut Utama (PECU) yang dibuang ke Sungai Citonjong. Pasalnya, limbah pabrik tersebut merusak kehidupan yang terdapat di sungai, muara laut dan kolam warga. Photo : Madlani/ HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Kepala BPLH (Badan Penanggulangan Lingkungan Hidup) Kabupaten Pangandaran, Surya Darma, menegaskan, setelah sampel air Sungai Citonjong di Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, diteliti di laboratorium Sukawening Bandung, ternyata tidak mengandung limbah berbahaya yang ditimbulkan oleh pembuangan air dari pabrik PT PECU (PT Pacific Eastern Coconut Utama).

“Setelah diteliti di laboratorium, ternyata tingkat pencemaran air COD-nya 390 mg/l, rujukannya 100 mg/l dan PH-nya 5,27. Kalau dikatakan limbahnya berbahaya, PH-nya minimal 6 dan maksimal 9. Dengan begitu, kami menyimpulkan tidak ditemukan pencemaran air limbah dari PT PECU,” katanya, kepada HR Online, Jum’at (26/02/2016).

Menurut Surya, Sungai Citonjong sudah dinyatakan tidak tercemar. Artinya, air baku yang mengalir dari bak IPAL 3 ke sungai tidak mengandung limbah berbahaya. Namun begitu, kata dia, pihaknya tetap akan memberikan peringatan kepada PT PECU agar air dari bak IPAL 3 dinetralkan terlebih dahulu sebelum dibuang ke Sungai Citonjong.

“Kami sudah bekerja maksimal dalam merespon kekhawatiran warga. Dan sekarang sudah ketahuan hasil laboritariumnya. Jadi, tolong media jangan membesar-besarkan permasalahan ini, karena khawatir terjadi kegaduhan di Pangandaran. Apalagi sekarang Pangandaran sudah memiliki bupati-wakil bupati definitif yang tengah konsen merancang konsep pembangunan kedepan,”pungkasnya. (Mad/R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA