Dinkes Ciamis ; Kasus HIV/ AIDS & IMS Bertambah

Ilustrasi. Photo : Ist/ Net

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat merilis data distribusi kasus HIV/ AIDS dan IMS tahun 2015. Dari data itu diketahui setiap tahun kasus HIV/ AIDS dan IMS mengalami penambahan.

Kepala Dinkes Ciamis, Drg. Engkan Iskandar, MM, ketika ditemui Koran HR, Selasa (09/02/2016), mengatakan, untuk mengatasi kasus itu Dikes tidak henti-henti melakukan sosialisaasi baik melalui Puskesms maupun kerjamasa dengan LSM Wisma dan juga KPA.

“Dari beberapa kasus penyakit kelamin seperti sipilis, diperiksa sekitar 2194 orang dan positif 12 orang. untuk GO, diperiksa 2194 orang positif 36 orang. sementara kasus HIV, diperiksa 4067 orang positif 11 orang dan AIDS 27 orang,” ungkapnya.

Engkan menuturkan, data tersebut juga menunjukkan bahwa di Kabupaten Ciamis banyak sekali penderita penyakit kelamin dan juga HIV/AIDS. Untuk itu pihaknya mengimbau kepada setiap orang beresiko tidak malu untuk memeriksakan diri.

Lebih lanjut Engkan mengungkapkan, untuk kasus HIV/AIDS tahun 2015 berdasarkan jenis kelamin, laki-laki sebanyak 27 orang dan perempuan 11 orang. hal itu juga menunjukkan adanya peningkatan dar tahun sebelumnya.

Lebih lanjut Engkan mengatakan, penderita HIV/AIDS di Kabupaten Ciamis sekarang ini tidak didominasi lagi oleh pengguna narkoba dan juga Pekerja Seks Komersial (PSK), namun oleh pasangan penyuka sesama jenis (LSL).

“Setelah di data ternyata pengidap HIV/AIDS di Ciamis, dulu tahun 2014 didominasi oleh heterosex (gonta ganti pasangan) dengan jumlah 25 orang dan LSL 11 orang. Namun di tahun 2015 terbalik heterosex 15 orang dan LSL 17 orang,” jelasnya.

Sementara itu, Engkan menuturkan, jumlah kasus HIV/AIDS berdasarkan pekerjaan tahun 2015, IRT 5 orang, buruh 7 orang, WPS 3 orang, tidak bekerja 4 orang, wiraswasta 5 orang, entertainer 2 orang, karyawan swasta 6 orang, pelajar/ mahasiswa 2 orang, anak 3 orang dan TKW 1 orang.

Sementara untuk kematian ODHA, pengidap HIV tahun 2015, 9 orang, AIDS 21 orang dan yang sudah meninggal 9 orang. maka dipastikan untuk tahun 2016 penderita HIV/AIDS akan bertambah.

“Kasus HIV baru terus bertambah, angka kematian akibat HIV di Ciamis masih tinggi dan stigma negatif terhadap penderita HIV masih tinggi, akibat lemahnya sumberdaya, hal itu disebabkan kurangnya informasi masyarakat tentang cara penularan dan pencegahan HIV,” ujarnya.

Maka dari itu agar penderita tidak terus bertambah pihaknya meminta peran serta semua pihak dalam menangani kasus tersebut, mulai dari diri sendiri, tokoh masyarakat/ agama, dan pemerintah.

Sementara itu, Ketua LSM Wisma, Deni Wahyu, ketika ditemui Koran HR, mengatakan, penderita yang tertular virus HIV sekarang didominasi kelompok Lelaki Seks Lelaki (LSL). Bahkan hingga akhir bulan Desember 2015 jumlahnya ada sekitar 1.693 orang. Dari jumlah itu 7 orang diantaranya positif HIV.

“LSL di Ciamis terus kita dampingi untuk melakukan pengobatan agar tidak menularkan HIV kepada orang lain. Makanya VCT terus dilakukan kepada orang-orang yang beresiko,” jelasnya.

Deni menuturkan, ada bebererapa faktor penyebab bertambahnya jumlah LSL di Ciamis. Diantaranya faktor gen, broken home, ekonomi, trauma oleh perempuan dan juga pergaulan bebas.

“Memang LSL tidak identik dengan gay atau pasangan homeseksual yang memiliki ikatan cinta sesama jenis atau waria. Namun laki-laki yang berhubungan intim dengan laki-laki bisa sebagai penjaja sex terhadap waria lalu mereka tertular HIV,”pungkasnya. (Es/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar