Dinsosnaker: 2 Keluarga Eks Gafatar di Ciamis Sudah Bertobat

Dinsosnaker: 2 Keluarga Eks Gafatar di Ciamis Sudah Bertobat

Ilustrasi. Foto: Ist/Net

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Kepala Dinas Sosial dan Transmigrasi, Kabupaten Ciamis, Wawan S Arifin, mengaku bersyukur dua keluarga eks Gafatar asal Kabupaten Ciamis diterima kembali oleh lingkungan masyarakatnya. Informasi itu, kata dia, diperoleh setelah pihaknya melakukan koordinasi dengan aparat desa dan tokoh agama setempat.

“Selain itu, eks anggota Gafatar pun diberi bimbingan keagamanan oleh tokoh ulama dan MUI setempat. Hal itu dimaksudkan agar mereka konsisten kembali kepada ajaran Islam yang benar,” ujarnya, kepada Koran HR, Selasa (02/02/2016). [Berita Terkait: Ingin Jadi Petani Sukses, Alasan Warga Ciamis Ini Gabung dengan Gafatar]

Wawan mengatakan, sebelum dipulangkan ke kampung halamannya, dua keluarga eks Gafatar asal Ciamis sudah mendapat pembinaan saat berada di Dinas Sosial dan Transmigrasi Jawa Barat, di Bandung. “Mereka bisa dipulangkan, karena bersedia kembali ke ajaran Islam yang benar. Mereka pun sudah kembali mengucapkan dua kalimat syahadat di hadapan alim ulama saat berada di Bandung. Artinya, eks anggota Gafatar asal Ciamis tidak ada masalah dan mereka sudah bertobat,” terangnya.

Terkait adanya tawaran dari Kementerian Sosial dan Transmigrasi bahwa eks anggota Gafatar akan diberangkatkan transmigrasi ke luar pulau Jawa, Wawan mengatakan pihaknya siap memfasilitasi. “Kalau program itu sudah berjalan dan eks anggota Gafatar bersedia, kami siap memfasilitasi,” imbuhnya. [Berita Terkait: Setelah Dipulangkan ke Ciamis, Eks Anggota Gafatar Bingung]

Seperti diketahui, setelah organisasi Gafatar dinyatakan terlarang oleh pemerintah karena menganut pemahaman ajaran sesat secara aqidah Islam, kemudian ribuan anggotanya yang berada di Kalimantan dipulangkan ke daerahnya masing-masing. Ternyata, ada 2 keluarga yang berasal dari Kabupaten Ciamis.

Dua keluarga itu adalah Faturhoman (65), warga Desa Buniasih, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, bersama istrinya dan Yusup Wahyudi (31), warga Dusun Kersikan, Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis bersama istri dan dua anaknya. (Bgj/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles