Distan Ciamis: Gagal Panen Bisa Dapat Ganti Rugi

Ilustrasi. Foto: Ist/Net

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Gagal panen atau puso yang sering menghantui petani kini sudah mendapatkan solusinya. Solusi tersebut bernama asuransi pertanian yang diluncurkan Kementerian Pertanian (Kementan). Asuransi pertanian tersebut memungkinkan petani yang mengalami gagal panen dan merugi mendapatkan klaim asuransi.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Ciamis, Ir. Kustini, MP, ketika ditemui Koran HR, di ruang kerjanya, pekan lalu, membenarkan, bahwa sekarang ada fasilitas asuransi pertanian dari pemerintah pusat sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 40 Tahun 2015. Menurut dia, para petani yang sudah terdaftar dalam asuransi akan diberi ganti rugi bila mengalami gagal panen minimal 70 persen dari luas lahan yang ditanam.

Kustini mengatakan, Kabupaten Ciamis sendiri pada kurun waktu tahun 2015-2016, mendapat kuota lima ribu hektare sawah yang bisa diasuransikan. Tetapi karena bagusnya respon para petani dengan adanya asuransi tersebut mengakibatkan banyaknya petani yang mendaftar.

“Dan pada kurun tahun 2015 s.d 2016 terealisasi lebih dari kuota, yakni 5517 hektar yang alhamdulillah kuota Ciamis ditambah oleh pusat. Untuk ikut serta dalam asuransi pertanian cukup ringan. Dalam setahun petani hanya dibebani premi sebesar Rp 36.000,-. Sebenarnya nilai premi sendiri adalah Rp 180.000,-, namun pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp 144.000,” katanya.

Jika gagal panen, lanjut Kustini, petani mendapatkan kompensasi Rp 6 juta setiap hektar lahan. Dengan adanya asuransi pertanian tersebut, para petani dapat mengklaim kerugian yang dialami pada lahan mereka. Apalagi ganti rugi yang dapat diklaim bukan hanya gagal panen saja, tapi juga bencana alam, serangan Organisme Penganggu Tanaman (OPT), penyakit hewan menular, perubahan iklim, banjir dan kekeringan.

Kustini berharap dengan adanya asuransi pertanian tersebut masa kekeringan panjang seperti yang terjadi beberapa bulan lalu tidak lagi menjadi ancaman dan persoalan. Karena para petani akan terbantu jika mengalami gagal panen. (Heri/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar