Diyakini Gaib, Sumur Tua di Karangtirta Pangandaran Ini Diburu Peziarah

Diyakini Gaib, Sumur Tua di Karangtirta Pangandaran Ini Diburu Peziarah

Sumur tua yang berada di areal Situs Cagar Budaya Karangtirta, di Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, akhir-akhir ini sering dikunjungi para peziarah dari luar kota. Foto: Entang Saeful Rachman/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Sebuah sumur tua yang berada di areal Situs Cagar Budaya Karangtirta, di Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, akhir-akhir ini ramai dikunjungi para peziarah dari luar kota. Air yang berada di sumur yang memiliki kedalaman 3 meter dan lebar 90 cm ini konon dipercaya memiliki kekuatan gaib.

Meski kedalamannya hanya 3 meter, namun anehnya sumur ini tak pernah kering. Di saat musim kemarau pun tinggi permukaan air di sumur itu tak pernah menyusut. Menurut warga sekitar, sumur tua ini merupakan peninggalan Raja Mandala dan Petapa Sakti yang bernama Mbah Suronto Amijoyo asal Jawa Timur.

Yanto, Tokoh Pemuda setempat, membenarkan bahwa belakangan ini sumur tua itu sering dikunjungi para peziarah dari berbagai kota. Dia pun awalnya heran saat sejumlah peziarah kerap berdatangan ke sumur tua tersebut.

“Memang benar sumur tua yang berada di areal situs Karangtirta itu merupakan peninggalan orang jaman dulu. Namun, sebelumnya jarang dikunjungi peziarah. Belakangan ini saja sumur tua itu jadi ramai dikunjungi orang,” katanya, kepada Koran HR, pekan lalu.

Ketika dirinya berbincang-bincang dengan para peziarah, lanjut Yanto, air yang berasal dari sumur tua itu diyakini bisa membawa berkah dan keberuntungan. “Bahkan, seorang peziarah dari Bekasi mengaku semenjak dia sering berziarah ke sumur tua itu kini kehidupan ekonominya jadi meningkat,” ujarnya.

Menurut Yanto, para peziarah biasanya berdatangan ke sumur tua itu setiap malam Selasa dan malam Jum’at. “Proses ritualnya seperti apa, saya kurang tahu persis. Hanya, setiap malam Selasa dan malam Jum’at selalu ramai dikunjungi peziarah dan diantara dari mereka katanya sering mandi di sumur itu,” ungkapnya.

Sementara itu, dari cerita yang berkembang di masyarakat setempat, situs Karangtirta memiliki sejarah perjalanan Raja Mandala saat merantau dari Jawa Timur ke daerah selatan Jawa Barat atau tepatnya di daerah Pangandaran. Raja Mandala ini konon masih satu rentetan dengan Babad Cijulang. (Ntang/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles