DPRD Pangandaran Soroti Masalah Sampah di Batukaras

Kontainer Tempat Pembuangan Sampah di Green Canyon, tampak tersimpan tepat di depan obyek wisata tersebut. Photo: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Komisi II DPRD Kabupaten Pangandaran, menyoroti permasalahan sampah yang ada di obyek wisata Pantai Batukaras. Pasalnya, penanganan masalah sampah masih mengandalkan swadaya masyarakat yang sekarang di kelola Kompepar.

Hal itu dikatakan Anggota Komisi II DPRD Pangandaran, Ucup Supriatna, kepada Koran HR, pekan lalu. Menurutnya, sejak ada Kompepar tahun 2010 sampai sekarang, dan usia Pemerintah DOB Kabupaten Pangandaran sudah 3 tahun, namun belum juga ada keseriusan dari pemerintah daerah untuk mengambil alih pengelolaannya. Padahal, retribusi persampahan ditarik oleh dinas terkait.

“Perhatian pemda terkait sampah yang ada di Batukaras belum maksimal di kelola, masih mengandalkan swadaya masyarakat. Padahal tarif retribusinya tetap ditarik. Harapan kami segera diambil alih oleh pemda, bukannya mengandalkan Kompepar,” tandasnya.

Selain itu, proses pengangkutannya juga masih belum maksimal, karena hanya satu minggu sekali. Bahkan, ada yang sampai diangkut oleh masyarakat sendiri. Untuk itu, pihaknya meminta kepada dinas terkait untuk menurunkan dua orang petugas pemungut dan pengangkut sampah yang dikerjakan oleh dinas teknis, dalam hal ini Disparpuhubkominfo.

Pihaknya juga sudah menyarankan agar tempat pembuangan sampah di Green Canyon yang disimpan tepat di depan obyek wisata tersebut dipindahkan, sebab mengganggu keindahan dan kenyamanan wisatawan.

“Namun alasan Bidang Kebersihan di dinas terkait katanya tidak ada lahan. Ini terkesan kurang saling mendukung sehingga belum sinergis. Tidak ada perjanjian yang dilakukan oleh Kompepar terkait pengelolaan sampah di Batukaras, sebab itu murni inisiatif masyarakat sendiri,” kata Ucup.

Di tempat terpisah, Kabid. Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman Disparpuhubkominfo Kabupaten Pangandaran, Deni Ramdani, mengaku, pihaknya hanya mempunyai petugas pemungut sampah 15 orang se-Kabupaten Pangandaran. Itu pun baru untuk wilayah obyek wisata Pangandaran saja. Sedangkan, untuk di daerah lain belum ada karena pihaknya tidak bisa mengangkat tenaga honorer lagi.

“Kita sudah menempatkan 2 kontainer TPS di Batukaras, dan 1 kontainer di Green Canyon. Disimpannya di pinggir jalan persis depan obyek wisata. Pernah minta dipindah, tetapi tidak ada lagi lahan milik pemerintah daerah,” jelas Deni.

Dia juga menyebutkan, bahwa permasalahan tersebut sudah dibahas di Komisi II DPRD Kabupaten Pangandaran, dan hasilnya untuk pengangkutan sampah di Batukaras dilakukan dua kali seminggu.

Sedangkan, untuk tempat pembuangan sampah di Green Canyon masih dalam pembahasan. Pihaknya pun berharap bisa secepatnya ditemukan solusi dalam upaya penanganan masalah persampahan di kedua lokasi tersebut.

Kepala UPTD Disparperindagkop, UMKM Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Dadang, ketika dikonfirmasi HR pekan lalu, membenarkan, bahwa untuk pengangkutan sampah di Batukaras sudah dilakukan dua kali dalam satu minggu, yakni setiap hari Senin dan Kamis.

Mengenai TPS di Green Canyon yang letaknya berada di depan obyek wisata, dirinya mengusulkan agar lahan parkir di lokasi tersebut diperlebar, sehingga bisa untuk menyimpan tempat pembuangan sampah.

“Tidak ada lagi lahan untuk tempat pembuangan sampah, kecuali kalau lahan parkir diperluas, karena masih ada tanah milik masyarakat yang lokasinya di wilayah Desa Kertayasa, dan kita sudah koordinasi dengan pihak desa, tinggal menunggu informasi selanjutnya. Mudah-mudahan secepatnya bisa direalisasi,” harap Dadang. (Mad/R3/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar