Gara-gara ‘Gituan’ Sama Pacarnya, Pemuda di Ciamis Ini Masuk Bui

Seorang pemuda tanggung berinisial AA (19), warga Dusun Karanganyar, Desa Langkapsari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, saat mendekam di sel tahanan Mapolsek Banjarsari. Foto: Suherman/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Jajaran Satreskrim Polsek Banjarsari mengamankan seorang pemuda tanggung berinisial AA (19), warga Dusun Karanganyar, Desa Langkapsari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis. AA diduga telah melakukan persetubuhan dengan perempuan di bawah umur berinisial WL (16), warga Dusun Cikalong, Desa Langkapsari, Kecamatan Banjarsari, yang tak lain adalah pacarnya.

AA ditangkap seminggu yang lalu di rumahnya. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, AA kini mendekam dibalik jeruji besi Polsek Banjarsari. Saat ditemui di sel tahanan Polsek Banjarsari, Rabu (10/02/2016), Aa mengaku menyesali perbuatannya. Dia pun tak menyangka jika perbuatannya harus berakhir di penjara.

“Saya tak menyangka akan berujung seperti ini. Padahal kejadiannya sudah setahun lalu. Saat melakukan persetebuhan pun kami lakukan atas dasar suka sama suka. Dan saat itu kami tengah menjalin hubungan pacaran,” terangnya.

Kapolsek Banjarsari, Kompol Deni Syarif, SE membenarkan adanya pengkapan tersebut. Menurutnya, pihaknya melakukan penangkapan setelah adanya laporan dari orang tua korban.

“Saat ditangkap, pelaku tidak melakukan perlawanan dan setelah diperiksa pun sudah mengakui perbuatannya. Dugaan sementara pelaku melakukan pemaksaan persetubuhan terhadap korban yang dimana masih di bawah umur. Setelah pemeriksaan selesai, nanti pelaku akan kami limpahkan ke Polres Ciamis guna pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.

Dari informasi yang dihimpun HR Online, kasus ini terungkap setelah WL akhir-akhir ini sering melamun dan menangis. Melihat gelagat aneh tersebut, kemudian orangtuanya mempertanyakan sebab perubahan sikap WL tersebut. Setelah didesak oleh orangtuanya, WL akhirnya mengaku bahwa keperawanannya telah dirampas oleh AA tepatnya pada tanggal 19 September 2015 lalu. WL pun memberikan kesaksian bahwa hubungan intim itu terjadi setelah AA melakukan pemaksaan.

Tak terima dengan hal itu, kemudian orangtuanya melaporkan AA ke polisi dengan tuduhan pemerkosaan dengan mengacu kepada Undang Undang Perlindungan Perempuan dan Anak.

Kendati Aa berdalih perbuatannya dilakukan atas dasar suka sama suka, namun apapun alasannya, dia tetap bisa dijerat dengan Undang-undang Perlindungan Perempuan dan Anak. AA pun kini terancam sanksi pidana paling berat selama 15 tahun penjara. (Suherman/R2/HR-Online)  

KOMENTAR ANDA

Komentar