Ini Jembatan Maut di Ciamis yang Kerap Makan Korban

Jembatan Bistir di Jalan Raya Kertahayu-Pangandaran, terkenal sebagai jembatan maut yang kerap memakan korban jiwa. Photo: Suherman/HR.

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Jembatan Bistir di Jalan Raya Kertahayu-Pangandaran, tepatnya di wilayah Dusun Cisaar, Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, terkenal sebagai jembatan maut karena kerap terjadi kecelakaan hingga memakan korban jiwa.

Menurut cerita dari sejumlah pengendara yang mengalami kecalakaan di jembatan tersebut, bahwa kecelakaan yang terjadi di Jembatan Bistir tidak saja menimpa para pengendara asal luar daerah, tapi warga sekitar pun kerap mengalami.

Seperti diungkapkan Asep Puma, salah seorang warga Kertahayu, kepada HR Online, Kamis (11/02/2016). Menurut dia, kecelakaan yang terjadi di jembatan ini rata-rata akibat gangguan makhluk ghaib penunggu jembatan.

“Yang mengalami kecelakaan di sini, baik itu pengendara sepeda motor maupun mobil, biasanya terjadi akibat gangguan makhluk halus. Beberapa kali saya ikut evakuasi korban, korban yang selamat berceritanya sama, bahwa sebelum kecelakaan, mereka seolah tertidur dan tak sadarkan diri hingga kecelakaan terjadi,” tuturnya.

Namun, lanjut Asep, ada juga yang mengaku jalan terlihatnya lurus hingga korban asyik menancap gas, tapi ternyata malah menabrak pembatas jalan atau tabrakan dengan pengendara lainnya.

Hal senada dikatakan Engkus, warga lainnya. Dia menuturkan, Jembatan Bistir sudah terkenal sejak dulu sebagai jembatan maut yang sering mamakan korban jiwa. Jalur Bistir antara Pereweh, Bojongnangka hingga jalan pertigaan Kertahayu, merupakan kawasan berbahaya dari gangguan makhluk ghaib.

“Selain di jembatan, di jalan yang kondisinya lurus ini pun kerap terjadi kecelakaan, mulai tabrakan atau mobil masuk ke sawah. Makhluk ghaib di sini memang tidak pernah menampakan diri, tapi gangguannya sangat membahayakan,” ujarnya.

Menurut Engkus, makhluk ghaib menggangu dengan cara menggelapkan penglihatan pengendara. Ada juga yang mengendalikan stir kendaraan hingga pengendara kewalahan dalam mengendalikannya. “Stir mobilnya seperti ada yang mengendalikan oleh seseorang,” katanya. (Suherman/R3/HR-Online)

KOMENTAR ANDA