Ini Pengakuan Warga yang Diteror Kuntilanak di Jembatan Margasari Banjar

Ilustrasi. Foto: Ist/Net

Berita Banjar, (haraparakyat.com),-

Sebagian warga di Lingkungan Margasari RT 03/RW 05, Kelurahan Bojongkantong, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat, kini tengah dibayang-bayangi rasa ketakutan apabila melintas di jembatan penghubung antara RT 03 dan RT 05 pada malam hari. Pasalnya, beberapa warga setempat mengaku diteror mahluk halus yang menyerupai pocong atau kuntilanak.

Seperti diutarakan Agus (28), warga setempat, yang mengaku pernah diganggu oleh mahluk halus ketika melintas di jembatan tersebut. Dia menceritakan, ketika itu dirinya hendak membeli air galon ke daerah Lingkungan Sasagaran, Kelurahan Bojongkantong, sekitar pukul 19.30 WIB, dengan menggunakan sepeda motor. Waktu itu, kata dia, tengah turun hujan rintik-rintik.

Saat melintas di jembatan itu, aku Agus, tiba-tiba laju sepeda motornya terasa berat seperti ada orang yang dibonceng dibelakangnya. Padahal, dia saat itu pergi seorang diri. “Tak lama berselang, kemudian saya mencium bau busuk yang sangat menyengat. Selain itu, saat nengok ke belakang, saya melihat seseorang tengah berdiri di dekat jembatan dengan menggunakan kain putih,” ujarnya, kepada HR Online, Jum’at (26/02/2016) malam.

Agus mengaku dirinya saat itu langsung ketakutan usai melihat sosok orang berpakaian putih tersebut. Selain itu, bau busuk di jembatan itu semakin menyengat. “ Saya tak tahan ingin muntah saat itu,” imbuhnya.

Setelah dirinya melewati jembatan tersebut, kata dia, tidak lagi merasakan berat pada motornya. Juga tidak lagi mencium bau busuk. “Setelah pulang membeli galon, saya tidak melewati jembatan itu, karena takut. Sebab banyak warga lain pun bercerita bahwa tempat itu sangat angker. Tidak hanya pocong, kuntilanak juga katanya kerap muncul di sekitar jembatan tersebut,” ujarnya.

Dari pantauan HR Online, beberapa pohon yang rimbun didekat jembatan itu kerap menutupi sinar matahari, sehingga di saat terik matahari pun terasa sejuk apabila melewati jembatan tersebut. Selain jembatan, ada juga tiang listrik yang menurut warga menjadi tempat bersemayam “Kuncong”, sebutan warga terhadap kuntilanak.

Cerita yang sama pun diungkapkan Fadil (34), warga setempat. Dia menuturkan, saat dirinya pulang dari pasar Langkaplancar, tiba-tiba mendengar suara bayi menangis di sekitar jembatan tersebut. Dia bingung ketika tangisan bayi terdengar semakin keras. Padahal di dekat jembatan itu tidak ada satupun rumah warga.

“Saya waktu itu takut dan bingung saat mendengar suara bayi menangis. Saya langsung ingat cerita warga disini kalau mendengar tangisan bayi, pasti disitu ada Kuncong (Kuntilanak),” ujarnya. (Muhafid/R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA