Ini Tanggapan Warga Banjar Terkait Kresek Berbayar

Ilustrasi. Photo : net/ist

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Kebijakan pemerintah memberlakukan kantong plastik berbayar yang bertujuan untuk mengurangi angka penggunaan plastik di Indonesia, ternyata masih menuai pro dan kontra.

Seperti yang dikatakan Rasih (37), salah satu pembeli yang sedang belanja di minimarket di Kota Banjar, mengaku kaget dengan pemberlakuan kresek berbayar.

“Saya heran dengan kasir yang tiba-tiba mengatakan kreseknya berbayar. Padahal, saya tidak melihat peringatan apapun di sini tentang berbayarnya kresek. Walaupun 200 rupiah perbuah, tapi kalau banyak kan lama-lama kita rugi,” ujarnya kepada HR Online, Kamis (25/2/2016).

Menurutnya, walaupun berita tentang kresek berbayar di televisi sering dia lihat, namun sebaiknya perusahaan minimarket yang ada di Kota Banjar mensosialisasikannya terlebih dulu, dengan memajang poster atau pemberitahuan tentang kantong plastik berbayar, baik dipajang di meja kasir atau di area minimarket

Lain halnya yang dikatakan Agus (28), warga Banjar. Dia tidak heran dengan adanya pemberlakuan kresek berbayar. Pasalnya, selain berdampak baik untuk sampah plastik yang membahayakan, juga dapat merubah pola pikir masyarakat dalam penggunaan plastik.

“Saya setuju saja dengan aturan seperti itu, tapi masyarakat harusnya diberitahu terlebih dahulu supaya tidak kaget. Kalau di kota besar seperti Jakarta kan wajar, tapi kalau di Banjar kan kota kecil. Masyarakat pasti banyak yang kaget, walaupun harganya tidak seberapa,” tuturnya.

Salah satu kasir minimarket di Kota Banjar, Marini (20) menuturkan, pemberlakuan kresek berbayar di minimarketnya sudah dijalankan hampir satu minggu. Sementara terkait sosialisasi, Marini mengaku belum melakukannya.

“Tapi kami selalu menanyakan kepada konsumen, apakah mau menggunakan kresek berbayar Rp. 200 atau tidak?,” ungkapnya. (Muhafid/R5/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar