Lagi, Ternak Warga Rancah Ciamis Mati Misterius

Hewan ternak milik Jaja, warga Desa Sutmandala, ditemukan dalam keadaan mati misterius. Photo : Heri Herdianto/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Hewan ternak milik warga di Dusun Bunigirang, Desa Sutmandala, Kecamatan Racah, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, kembali ditemukan dalam keadaan mati, Senin dini hari (22/02/0216) lalu. Padahal, penjagaan terhadap hewan ternak diperketat sejak kasus kematian hewan ternak merebak di wilayah itu.

“Anehnya, kambing yang mati kemarin kondisinya berbeda dengan kondisi yang lainnya. Kali ini selain terlihat bekas cekikan, usus atau bagian dalam kambing sampai terburai. Si pemangsa sekarang seperti marah,” ungkap Kepala Dusun Bunigirang, Desa Situmandala, Darmanto, ketika ditemui Koran HR, Selasa (23/02/2016).

Darmanto mengatakan, rata-rata kambing yang menjadi korban mangsa hewan misterius itu, merupakan kambing yang sudah berumur atau layak sembelih. Disamping itu, rata-rata serangan ada pada bagian perut kambing dengan kondisi luka sobek. Seluruh isi perut terburai keluar. Kendati demikian, tidak ditemukan sedikit pun ceceran darah di sekitar lokasi kambing yang mati mendadak itu.

Menurut Darmanto, kejadian seperti ini sudah terjadi sejak Bulan Januari. Namun lokasi penyerangan berpindah-pindah dari tempat yang satu ke tempat lainnya. Sejumlah tempat yang sudah menjadi korban serangan hewan misterius diantaranya Desa Tarikolot, Desa Bunigirang, Bunihilir dan Candihiang.

“Kini warga Dusun Bunigirang Situmandala semakin cemas dan tidak bisa tidur nyenyak. Selain khawatir ternak kambing habis, mereka juga khawatir sang pemangsa yang belum diketahui jenisnya itu, akhirnya menyerang warga,” katanya.

Untuk mengantisipasi hal itu, kata Darmanto, pihkanya bersama warga memberlakukan jaga malam. Selain itu, pihaknya juga memberdayakan pemuda Karang Taruna untuk berkeliling kampung.

“Meski warga sudah berusaha melakukan jaga malam, namun serangan terhadap kambing tetap saja terjadi. Kami juga bingung untuk menghentikannya. Dari data yang tercatat, sudah hampir 10 kambing milik warga mati,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Sekdes Desa Situmandala, Oos Rosnadi, ketika ditemui Koran HR, Selasa (23/02/2016), mengaku belum ada solusi untuk menghentikan serangan terhadap hewan ternak milik warga.

“Kemungkinan ini terjadi karena wilayah kami dekat dengan gunung, sehingga anjing atau binatang buas turun ke pemukiman warga untuk mencari makan. Karena menemukan kambing yang lebih mudah dimangsa,” katanya. (Heri/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar