Lagi, Warga Miskin di Banjar Belum Tersentuh Bantuan Rutilahu

Warso menunjukkan kardus dan triplek untuk menutupi bilik yang bolong-bolong. Warso sampai saat ini belum tersentuh bantuan Rutilahu dari pemerintah. Photo : Nanang Supendi/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Program pemerintah dalam penyedian rumah tidak layak huni (Rutilahu) belum sepenuhnya dirasakan warga miskin. Salah satunya rumah bilik berukuran 4,5 x 8 M, milik Warso (50), warga Dusun Sindanggalih RT.08/05, Desa Rejasari, Kec. Langensari, Kota Banjar.

Pantauan HR Online di lokasi, rumah yang dihuni beserta istrinya, Heroh (48) dan kedua anaknya itu, kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Terlihat kardus dan triplek untuk menutupi bilik yang bolong-bolong.

Warso yang tak memiliki pekerjaan tetap, mengaku sejak memiliki rumah ini sekitar 30 tahun belum tersentuh bantuan Rutilahu. Bahkan, sama sekali tidak terdata oleh RT untuk diajukan.

“Boro-boro dapat bantuan Rutilahu, untuk program pengentasan kemiskinan lainnya pun, saya tidak mendapatkan. Paling hanya dapat bagian Raskin saja, itu juga baru 2 bulan dan bukan hak sepenuhnya karena saya tak memiliki kartu Raskin,” bebernya.

Dirinya mendapat Raskin dari pembagian pemerataan oleh desa, yaitu memperoleh 5 kg. Sedangkan hak sebenarnya pemilik kartu Raskin yaitu 15 kg.

Warso sebenarnya ingin memperbaiki atau membangun rumah dengan biaya sendiri. Bertahun-tahun dia berusaha mengumpulkan material bangunan, namun belum semuanya terkumpul. Itu juga baru terkumpul sedikit balok dan pasir, karena kondisi ekonomi yang pas-pasan.

“Keseharian saya buruh tani, saat ini lagi tidak ada yang menyuruh kerja. Jadi, kalau dibilang tak mencukupi, ya memang demikian. Apalagi untuk bangun rumah. Saya sangat berharap sekali kepada pemerintah desa dan Pemkot Banjar bisa membantu memperbaiki rumah ini melalui program Rutilahu,” harapnya. (Nanks/R5/HR-Online)

KOMENTAR ANDA