LKKS Banjar Serahkan Bantuan CSR Bagi Warga & Lembaga Binsos

Walikota Banjar, DR. Hj. Ade Uu Sukaesih, SIP., M.Si., menyerahkan bantuan sosial secara simbolis kepada lembaga binaan sosial. Photo: Eva Latifah/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Dalam rangka memperingati HUT Kota Banjar ke-13 tahun 2016, Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Banjar, melalui Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS), memberikan bantuan sosial bagi warga dan lembaga binaan sosial, Sabtu (20/02/2016), bertempat di Pendopo Banjar.

Pada acara tersebut, Ketua LKKS Kota Banjar, DR. dr. H. Herman Sutrisno, MM., tidak bisa hadir, sehingga bantuan CSR berupa uang dan kursi roda diserahkan secara simbolis oleh Walikota Banjar, DR. Hj. Ade Uu Sukaesih, SIP., M.Si., kepada lembaga swadaya masyarakat yang konsen bergerak di bidang sosial.

Bantuan berupa uang untuk pemberdayaan sosial diberikan kepada anak terlantar, anak jalanan/korban napza/komunitas punk, tuna sosial, komunitas waria dan lembaga binaan sosial. Sedangkan, bantuan berupa kursi roda diberikan kepada penyandang cacat/difabel.

Walikota Banjar, DR. Hj. Ade Uu Sukaesih, SIP., M.Si., mengatakan, selama ini pemerintah kota juga telah memberikan bantuan beras sejahtera (rastra) secara geratis kepada Rumah Tangga Sasaran (RTS) yang ada di Kota Banjar.

“Dan, bantuan sosial yang diberikan sekarang ini jangan dilihat besar kecilnya, tapi ini merupakan bentuk perhatian dari Pemerintah Kota Banjar kepada masyarakat yang memang membutuhkan bantuan,” katanya.

Walikota berharap, bantuan tersebut bisa bermanfaat dan digunakan sebagaimana mestinya, sehingga apa yang diharapkan dapat terwujud. Dalam kesempatan itu, Ade Uu juga memberikan motivasi kepada para penerima bantuan agar tetap semangat dan terus berupaya untuk meraih kehidupan yang lebih baik lagi.

Kepala Dinsosnaker Kota Banjar, Drs. Asep Tatang Iskandar, juga berpesan agar bantuan untuk pemberdayaan sosial itu benar-benar dimanfaatkan oleh para penerima, sesuai dengan pengajuannya masing-masing.

“Bantuan berupa uang yang diberikan kepada tuna sosial itu untuk digunakan sebagai modal usaha. Makanya kami berharap supaya benar-benar memanfaatkannya agar usahanya bisa berjalan lancar,” harapnya.

Begitu pula bantuan uang yang diberikan kepada anak jalanan/korban napza/komunitas punk, digunakan untuk pembelian peralatan usaha sablon. Sedangkan, bantuan uang yang diberikan kepada komunitas waria digunakan untuk membeli alat musik berupa organ. Karena, komunitas waria ingin punya alat musik organ untuk latihan, sebab mereka suka manggung di acara hajatan.

Kepala Bidang Sosial Dinsosnaker Kota Banjar, Hani Supartini, AKS., mengatakan, dengan telah diberikannya bantuan sosial, khususnya komunitas punk, diharapkan kedepan mereka tidak lagi nongkrong di jalanan.

“Kita sudah kasih modal untuk usaha sablon, sesuai permintaan mereka, jadi tolong manfaatkan sebaik mungkin supaya usahanya bisa berjalan, dan mereka pun jadi punya pekerjaan,” ujar Hani.

Harapan serupa dikatakan Sekretaris LKKS Kota Banjar, Hj. Dwi Yanti Estriningrum, S.Sos. Pihaknya telah berupaya mengajukan kepada Pemkot Banjar melalui Dinsosnaker, terkait dengan kebutuhan mereka, sesuai pengajuan masing-masing dan semuanya telah direalisasikan. “Sekarang semua sudah terealisasikan, jadi manfaatkanlah bantuan tersebut sebaik mungkin,” harapnya. (Eva/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA