Menguak Cerita Mistis di Tanjakan Cipancur Kota Banjar

Menguak Cerita Mistis di Tanjakan Cipancur Kota Banjar

Tanjakan Cipancur yang terletak di perbatasan antara Dusun Jajawar Kulon, RT.1/1, Desa Jajawar, dengan Desa Cibeureum, Kecamatan Banjar, menurut warga setempat terkenal angker bila malam hari. Photo: Hermanto/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Bagi warga Banjar, khususnya mereka yang bermukim di Desa Jajawar dan Desa Cibeureum, Kecamatan Banjar, sudah pasti tahu tanjakan Cipancur. Jalan menanjak yang terletak di perbatasan antara Dusun Jajawar Kulon, RT.1/1, Desa Jajawar, dengan Desa Cibeureum ini, menurut warga terkenal angker bila malam hari.

Mitos yang beredar di masyarakat, bahwa setiap hari menjelang magrib, penghuni atau makhluk ghaib di tanjakan tersebut biasanya sering jahil dengan menyerupai “kalapa kowong” (kelapa bolong-red), dan kerap mengganggu pengguna jalan.

Menurut warga setempat, biasanya “jurig kalapa kowong” itu menggelinding dan menghalangi si pengendara yang sedang melintas. Seperti dikatakan Andri (32), salah seorang warga setempat, kepada Koran HR, pekan lalu.

“Disiang hari saja suasana di tanjakan Cipancur hening, apalagi kalau malam hari, sehingga sering terjadi kecelakaan akibat angkernya tanjakan tersebut,” ujar Andri.

Terkait dengan misteri “jurig kalapa kowong,” warga lainnya, Cecep (44), mengaku pernah mengalaminya. Menurut dia, pada bulan November 2015 lalu, tepatnya sekitar jam 19.15 WIB, dirinya hendak mengantar saudaranya dari Dusun Karangpucung ke wilayah Desa Cibeureum. Tepat di tanjakan Cipancur, dia melihat ada sesuatu menggelinding di jalan.

Cecep mengira itu adalah hewan trenggiling, namun setelah dilihat ternyata hanya sebuah kelapa bolong. Anehnya, begitu dilihat kelapa bolong tersebut malah bergerak-gerak seperti menghalangi jalan yang akan dilalui Cecep bersama saudaranya.

“Ini sangat aneh, saya mengira itu trenggiling, tapi begitu dilihat, kelapa bolong itu malah bergerak dan seolah menghalangi saya,” kata Cecep.

Begitu berhasil melewati kelapa bolong tersebut, Cecep yang berboncengan dengan saudaranya itu langsung tancap gas menuju ke wilayah Desa Cibeureum.

Eyon (76), selaku sesepuh di wilayah tersebut, membenarkan, bahwa memang ada “kalapa kowong” yang sering mengganggu pengguna jalan, terutama pada malam hari. Menurut dia, “jurig kalapa kowong” itu adalah ulah Jin jahil yang kerap mengganggu pengguna jalan.

“Pernah pada suatu hari, ada sekelompok ibu-ibu yang sedang berjalan pulang dari hajatan di wilayah Desa Cibeureum sekitar jam setengah tujuh malam. Begitu saya mau sholat magrib, saya mendengar suara jeritan minta tolong dari tanjakan Cipancur, kemudian saya menghampiri ibu-ibu itu, dan ternyata mereka dicegat “jurig kalapa kowong,” tutur Eyon, kepada HR, saat ditemui di rumahnya.

Masih kata Eyon, tanjakan Cipancur dulunya sebuah hutan tua yang dirimbun pepohonan dan batu-batuan. Di lokasi itu kerap terdengar suara-suara aneh dan penampakan-penampakan makhluk halus yang sering mengganggu pengguna jalan. Sedangkan, mengenai banyaknya kecelakaan, itu akibat pengemudinya kurang hati-hati.

Dirinya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak perlu takut terhadap hal-hal berbau mistis. Selama beriman kepada Allah SWT, segala yang berbau mistis maupun tempat angker lainnya, termasuk penghuninya dari bangsa Jin, pasti kalah oleh manusia.

“Kita jangan takut dengan hal-hal seperti itu, setan maupun sejenisnya pasti kalah oleh kita, jika kita selalu beriman kepada Allah SWT,” tandas Eyon. (Hermanto/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles