Meski Potensi Besar, PAD Restoran di Pangandaran Hanya Rp. 1,7 Milyar

Restorant sea food di kawasan pantai timur Pangandaran. Foto: Ist/Net

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Kabid Pendapatan Dinas Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Pangandaran, Dede Surahman, mengaku pihaknya belum memberlakukan pajak 10 persen kepada seluruh wajib pajak restoran. Pajak 10 persen, kata dia, hanya diberlakukan untuk restoran besar dengan omzet puluhan juta perhari.

Sementara untuk restoran sekelas rumah makan, menurut Dede, masih diberlakukan sistem plat atau pendataan omzet dengan cara musyawarah dengan wajib pajak. “Kami pun belum melakukan sistem online untuk pendataan pajak 10 persen dari restoran besar. Sistem yang kami lakukan masih manual, yakni dengan cara mencatat pada nota pembayaran konsumen,” ungkapnya, kepada Koran HR, di ruang kerjanya, pekan lalu.

Pada tahun 2015, lanjut Dede, pihaknya menargetkan PAD dari pajak restoran sebesar Rp.1.374.848.559. Dan realisasinya meningkat sekitar 120 persen atau sebesar Rp. 1.750.838.837. (Mad/Koran-HR)

Berita Terkait

DPRD Terkejut Potensi PAD Restoran di Pangandaran Rp. 170 Milyar

Gandeng Tim Independent, DPRD Pangandaran akan Kaji Potensi PAD

KOMENTAR ANDA