Miris! Bayi Prematur di Ciamis Dihangatkan dengan Lampu Duduk

Miris! Bayi Prematur di Ciamis Dihangatkan dengan Lampu Duduk

Bayi yang terlahir secara prematur ini dirawat neneknya di rumah, karena kedua orang tuan bayi tersebut tak punya biaya untuk merawat anaknya secara medis. Photo: Suherman/HR.

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Karena tidak punya biaya, bayi yang terlahir prematur dengan berat 1,8 kilogram, buah hati pasangan suami istri Mamat Rahmat (22) dan Sopiah (20), warga Dusun Cigamping, RT.06/11, Desa Neglasari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, harus tergolek dalam kondisi memprihatinkan.

Bayi mungil yang diberi nama Raka Aleksis Pratama, dilahirkan 12 hari lalu di Puskesmas Cigayam, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, dalam usia kandungan kurang dari 8 bulan. Karena kondisi bayi terlahir secara prematur, pihak Puskesmas menyarankan bayinya harus dirawat dengan tabung penghangat atau incubator.

“Namun, saya tidak mempunyai biaya, akhirnya saya putuskan untuk membawa pulang bayi saya,” kata Sopiah, kepada HR Online, saat ditemui di rumahnya.

Sambil menangis, Sopiah menuturkan, bahwa dia dan suaminya sebenarnya tidak tega membawa bayinya dalam kondisi seperti itu. Tapi apa boleh buat, karena terbentur biaya sehingga mereka terpaksa memutuskan untuk merawatnya di rumah dengan alat seadanya.

“Sekarang bayi saya dikasih penghangat dengan menggunakan lampu duduk, dan kalau keadaan mati lampu, saya memberi penghangat dengan menggunakan air panas yang dimasukan ke dalam botol, kemudian saya peluk,” tuturnya.

Bayi mungil yang terlahir secara prematur itu kini membutuhkan perawatan medis, kendati kondisinya mulai berangsur tumbuh. Sebab, kedua orang tuanya belum bisa menjamin akan ke stabilan anaknya. Terlebih Sopiah saat ini mengalami sakit di bagian badan dan kakinya terjadi pembengkakan. (Suherman/R3/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles