Musim Hujan, Pengrajin Bata di Banjar Alih Profesi

Marsimin, salah seorang pengrajin bata merah di Lingkungan Parungsari, Kelurahan Karangpanimbal, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, tampak sedang melakukan proses pembuatan bata merah. Photo: Hermanto/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- 

Hujan  yang terus melanda Kota Banjar akhir-akhir ini, membuat derita bagi para perajin bata merah. Pasalnya, bata merah yang diproduksinya terkendala dalam proses pengeringan. Seperti yang dialami sejumlah pengrajin bata merah di Lingkungan Parungsari, Kelurahan Karangpanimbal, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Jawa Barat.

Saat ditemui Koran HR, Selasa (23/02/2016), sejumlah pengrajin bata merah di daerah tersebut mengeluh karena bata yang mereka cetak tidak bisa kering dalam waktu cepat, padahal pesanan terus berdatangan.

“Pesanan dari konsumen terus berdatangan, tapi jika musim hujan seperti ini, bata yang sudah dicetak sulit dikeringkan dalam waktu cepat pada saat penjemuran,” ujar Marsimin, salah satu pengrajin bata merah.

Keluhan serupa diungkapkan Rudi (30), pengrajin bata merah lainnya. Menurutnya, sejak memasuki musim hujan, untuk sementara dirinya terpaksa beralih profesi dulu menjadi buruh serabutan.

“Di musim hujan ini penghasilan dari membuat bata merah sangat menurun, dan harganya pun murah. Jadi sementara ini saya alih profesi dulu,” kata Rudi.

Ujang (50), pengrajin bata lainnya, juga mengatakan hal yang sama. Menurut dia, setelah dicetak, bata merah harus dikeringkan dengan cara dijemur di bawah terik matahari. Jika musim panas, bata yang masih basah itu bisa dikeringkan dalam satu hari. Namun saat musim hujan harus menunggu sampai satu minggu.

Ujang bersama para perajin bata lainnya berharap ada bantuan dari pemerintah, yaitu berupa  mesin oven (pengering). Hal ini untuk mempercepat proses pengeringan bata merah disaat musim hujan seperti sekarang ini. (Hermanto/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA